Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Keindahan Islam dalam Dua Kata

1 Pendapat 05.0 / 5

Bila engkau ingin melihat keindahan Islam, cukuplah engkau menengok pada dua kata dalam ayat ini :
إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS.An-Nahl:90)
Disana ada kata Adil dan Ihsan. Sepasang kata yang tak boleh terpisahkan…
Adil adalah memberi hak sesuai porsinya.
Sementara Ihsan adalah memberi lebih dari yang wajib kita berikan.
Bila kau setia pada dua kalimat ini maka tidak ada yang keluar dari dirimu kecuali keindahan…
Konflik dalam sebuah hubungan dan putusnya sebuah ikatan seringkali terjadi karena seseorang berhenti pada kalimat “Adil” tanpa menghiraukan “Ihsan”…
Seorang suami merasa telah memberikan hak istri kemudian menuntut istri memenuhi haknya..
Seorang istri merasa telah memberikan hak suami kemudian menuntut suami memenuhi haknya…
Seorang atasan merasa telah memberi gaji dan menuntut bawahannya bekerja tanpa alasan..
Seorang bawahan merasa telah menjalankan tugas dan tidak peduli dengan hasil selanjutnya..
Ini yang disebut berhenti hanya di kata “Adil”.
Aku menunaikan tugasku, kamu menunaikan tugasmu.
Aku memenuhi hakmu, kamu memenuhi hakku.
Sementara Islam memandang “Adil” perlu didukung dengan “Ihsan” !
Berbuat hitam putih atas dasar keadilan tidak menjamin langgengnya sebuah hubungan.
Kalimat-kalimat seperti,
“Yang penting aku sudah menjalankan tugasku !”
“Yang penting aku sudah memberikan hakmu !
Kata-kata semacam ini seringkali menjadi awal rusaknya sebuah hubungan.
Bila engkau mendambakan rumah tangga yang harmonis, jangan pelit untuk berlaku ihsan. Ihsan adalah memberi lebih, bukan sekedar menunaikan kewajiban.
Ihsan dalam rumah tangga bagaikan pupuk yang menyuburkan benih-benih cinta.
Bayangkan bila setiap pasangan berlomba melakukan ihsan (memberi lebih). Maka tidak ada yang fokus untuk menuntut hak, karena keduanya berebut untuk memberi hak masing-masing.
Ihsan akan membuat semua hubunganmu menjadi langgeng. Berbuatlah ihsan kepada orang tuamu, tetanggamu, gurumu bawahanmu, atasanmu dan semua orang sekitarmu maka semuanya akan menjadi indah.
Kehidupan yang harmonis tidak akan terjadi hanya dengan berlaku adil, berilah ihsan, berbuatlah lebih, karena ihsan itulah yang menumbuhkan kecintaan dan keharmonisan.
Semoga bermanfaat…