Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imam Mahdi ajf

Riwayat-riwayat yang Melarang Penyebutan Nama Imam Mahdi As dalam Kitab Al-Kafi dan Kamal Al-Din

Riwayat-riwayat yang Melarang Penyebutan Nama Imam Mahdi As dalam Kitab Al-Kafi dan Kamal Al-Din

Hadits-hadits tersebut juga dapat menambah koleksi hadits sahih seputar Imam Mahdi As, yang dengannya anggapan tentang tidak adanya riwayat sahih dalam literatur Syiah seputar juru selamat akhir zaman tertolak. Karena relita yang ada, ternyata literatur hadits Syiah dipenuhi dengan banyak riwayat shahih berkaitan dengan Imam Mahdi As. Apalagi riwayat-riwayat tersebut memuat tema serta topik-topik yang berbeda-beda.

Baca Yang lain

Riwayat tentang Bohongnya Mereka yang Menentukan Waktu Zuhurnya Imam Mahdi As

Riwayat tentang Bohongnya Mereka yang Menentukan Waktu Zuhurnya Imam Mahdi As Muhammad bin Muslim berkata, waktu itu aku bersamanya (Imam Shadiq), kemudian masuk seorang yang bernama Mihzam dan berkata pada Imam: jiwaku menjadi tebusanmu, kabarkanlah padaku tentang perkara ini (Imam Mahdi) yang kami tunggu (kehadirannya), kapankah itu? Imam Berkata: Wahai Mihzam, telah berbohong mereka yang menentukan waktu (zuhurnya Imam Mahdi), celakalah mereka yang tergesa-gesa, selamatlah mereka yang berserah diri, dan mereka itulah yang akan datang kembali pada kami.

Baca Yang lain

Riwayat tentang Kemiripan Imam Mahdi dengan Para Nabi

Riwayat tentang Kemiripan Imam Mahdi dengan Para Nabi Di atas adalah bagian dari serangkaian riwayat tentang Imam Mahdi yang sebelumnya telah kami bahas di website ini. Semoga, riwayat di atas dapat menambah sekaligus memperkaya wawasan kita tentang Imam Mahdi as. Wallahu a’lam bi as-shawab.

Baca Yang lain

Riwayat Seputar Kewajiban Pengikut Mazhab Syiah Di Zaman Ghaibah Dalam Kitab Al-Kafi dan Al-Imamah Wa Al-Tabshirah Min Al-Hairah

Riwayat Seputar Kewajiban Pengikut Mazhab Syiah Di Zaman Ghaibah Dalam Kitab Al-Kafi dan Al-Imamah Wa Al-Tabshirah Min Al-Hairah Karena sebagaimana dapat dilihat sendiri oleh para pembaca sekalian melalui tulisan ini serta tulisan-tulisan sebelumnya, ternyata ada banyak riwayat shahih yang dapat ditemukan di dalam kitab-kitab hadits Syiah yang memuat tentang Imam Mahdi As dengan berbagai temanya.

Baca Yang lain

Ta’wil Ayat Al-Quran Mengenai Imam Mahdi As dalam Kitab Kamaluddin

Ta’wil Ayat Al-Quran Mengenai Imam Mahdi As dalam Kitab Kamaluddin Itulah setidaknya dua riwayat yang menjelaskan tentang Imam Mahdi As dalam Al-Quran Al-Karim. Imam Shadiq As menakwilkan Ayat-ayat yang ada dalam surat Al-An’am ayat 158 sebagai para Imam termasuk Imam Mahdi As yang dinanti, disebutkan juga oleh Imam Musa Kazim As bahwa Imam Mahdi adalah Nikmat Bathin sebagaimana yang tercantum dalam surat Luqman ayat 20.

Baca Yang lain

Riwayat tentang Imam Mahdi yang Kelahirannya Tersembunyi

Riwayat tentang Imam Mahdi yang Kelahirannya Tersembunyi Mengenai perawi riwayat di atas, Najasyi menanggapinya di dalam kitabnya yang berjudul Mu’jamu Rijali Al-Hadis, bahwa ia berkata kalau Syekh Shaduq adalah orang yang dapat dipercaya, memiliki kemampuan yang besar dan dia adalah orang yang memiliki kemuliaan melebihi yang lain. Artinya, apa yang ia bicarakan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Yang lain

Riwayat Keghaiban Imam Mahdi As dalam Kitab Kamaluddin dan Al-Kafi

Riwayat Keghaiban Imam Mahdi As dalam Kitab Kamaluddin dan Al-Kafi …dari Ishaq bin Ammar ia berkata, Abu Abdillah As (imam Shadiq) berkata; Al-Qaim (Imam Mahdi) akan memiliki dua masa keghaiban, masa ghaib yang pendek dan panjang. Pada masa ghaib pendek, tidak ada yang mengetahui posisi keberadaannya kecuali Syiahnya (pengikutnya) yang khusus. Dan pada masa ghaib panjang tidak ada yang mengetahui posisi keberadaannya kecuali pelayannya yang khusus.

Baca Yang lain

Riwayat Imam Mahdi As Keturunan Keempat dari Imam Ali Ar-Ridha As

Riwayat Imam Mahdi As Keturunan Keempat dari Imam Ali Ar-Ridha As Oleh karena itu pernyataan Imam Ali ar-Ridha As tersebut selain sendirinya merupakan sebuah hujjah, juga secara tidak langsung menguatkan kandungan riwayat-riwayat sebelumnya yang menjelaskan garis keturunan Imam Mahdi As.

Baca Yang lain

Riwayat-riwayat Sahih tentang Keberadaan Imam Mahdi

Riwayat-riwayat Sahih tentang Keberadaan Imam Mahdi Diriwayatkan dari Imam Ali, waktu itu Imam Ali ditanya tentang arti perkataan Rasulullah Saw., yaitu siapa yang dimaksud itrah (keluarga)? Lalu, di dalam jawabannya, Imam Ali bilang, “Aku, Hasan dan Husein, dan sembilan para imam dari keturunan Husein, yang kesembilan dari keturunan itu adalah al-Mahdi dan qaim mereka. Mereka tidak akan terpisah dari al-Quran hingga mereka kembali ke Rasulullah di telaga haud.”

Baca Yang lain

Riwayat Tentang Imam Mahdi As Merupakan Keturunan Kesembilan Imam Husain As dalam Kitab Al-Kafi dan Al-Khishal

Riwayat Tentang Imam Mahdi As Merupakan Keturunan Kesembilan Imam Husain As dalam Kitab Al-Kafi dan Al-Khishal Terakhir, perlu diingat bahwa pemaparan berbagai riwayat seputar Imam Mahdi dari literatur Syiah ini bertujuan menepis dan menyangkal anggapan segelinter orang atau kelompok yang menyatakan bahwa tidak ditemukan hadits sahih seputar Imam Mahdi As yang termuat di dalam kitab-kitab mazhab Ahlulbait.

Baca Yang lain

Hadis-Hadis yang Mengabarkan Terlihatnya Imam Mahdi As pada Masa Keghaiban

Hadis-Hadis yang Mengabarkan Terlihatnya Imam Mahdi As pada Masa Keghaiban Dari beberapa riwayat di atas secara jelas diberitakan bahwa pada masa keghaiban sughra, sosok Imam Mahdi As dapat dilihat oleh para wakilnya. Bahkan yang menarik di sini adalah apa yang disebutkan oleh Muhammad bin Utsman al-Amri (wakil kedua) bahwa Imam Mahdi As setiap tahunnya menghadiri musim Haji berada di tengah orang-orang melihat dan mengenal mereka, namun sebaliknya mereka tidak mengenal beliau As.

Baca Yang lain

Riwayat tentang Imam Hasan Askari Memiliki Anak dalam Kitab Al-Kafi dan Kitab Al-Ghaibah

Riwayat tentang Imam Hasan Askari Memiliki Anak dalam Kitab Al-Kafi dan Kitab Al-Ghaibah Riwayat-riwayat diatas dengan jelas menunjukkan bahwa Imam Hasan Askari memiliki putra dan penerus. Sebagaimana yang pernah kita jelaskan, bahwa putra beliau adalah Imam Mahdi As. Riwayat-riwayat ini juga menekankan dan memperkuat jawaban atas syubhat yang mengatakan bahwa Imam Hasan Askari tidak memiliki putra.

Baca Yang lain

Kitab Raudhat al-Muttaqin, Kifayat al-Atsar Serta Man La Yahduruh al-Faqih dan Riwayat Tentang Garis Keturunan Imam Mahdi As

Kitab Raudhat al-Muttaqin, Kifayat al-Atsar Serta Man La Yahduruh al-Faqih dan Riwayat Tentang Garis Keturunan Imam Mahdi As Riwayat ini dan riwayat-riwayat sebelumnya, dengan sangat jelas menginformasikan identitas para imam yang berjumlah dua belas orang. Di samping itu, garis keturunan mereka juga dimuat dengan gamblang. Dan terakhir Imam Mahdi As juga disebutkan sebagai putra Imam Hasan al-Askari dari jalur Imam Husain As.

Baca Yang lain

Pertemuan Hasan Al-Iraqi dengan Imam Mahdi As

Pertemuan Hasan Al-Iraqi dengan Imam Mahdi As Uraian di atas berupa kisah perjumpaan seorang ulama dengan Imam Mahdi As juga kesaksian atas pribadi ulama tersebut menjadi sebuah penekanan tentang apa yang pernah kita bahas sebelumnya mengenai Imam Mahdi As yang telah lahir ke dunia ini. Dan keyakinan tersebut tidak hanya ada dalam lingkup Mazhab Syiah saja, namun dalam lingkup Ahlussunnah pun ada yang berkeyakinan demikian.

Baca Yang lain

Catatan Sanad Riwayat Al-Mahdi dengan Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku” dari Jalur Qarah bin Iyas

Catatan Sanad Riwayat Al-Mahdi dengan Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku” dari Jalur Qarah bin Iyas Dari catatan diatas kita bisa katakan bahwa riwayat tersebut dinilai lemah. Hal itu karena kita dapati pada beberapa sanad perawi dalam riwayat tersebut bermasalah dan dinilai lemah oleh Ulama Ahlussunnah sendiri.

Baca Yang lain

Riwayat Al-Mahdi dengan Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku” dari Jalur Tamim Al-Dari

Riwayat Al-Mahdi dengan Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku” dari Jalur Tamim Al-Dari Diantaranya adalah Ibnu Habban yang mengomentari sosok Abdullah bin al-Sirri al-Mada’ini yang menukil dari Abi Imran al-Jauni dengan menyebut bahwa tidak diragukan lagi apa yang diriwayatkan darinya adalah hadis Maudu (buatan).

Baca Yang lain

Ibn Hammad Al-Marwazi: Aku Sering Mendengar Riwayat Tanpa Penggalan “Nama Ayahnya Sama Dengan Nama Ayahku”

Ibn Hammad Al-Marwazi: Aku Sering Mendengar Riwayat Tanpa Penggalan “Nama Ayahnya Sama Dengan Nama Ayahku” Mengingat bahwa semua kalangan baik Sunni maupun Syiah sama-sama memuat teks yang berkaitan dengan nama Imam Mahdi As, maka dapat disimpulkan bahwa penggalan tersebut merupakan bagian kesepakatan bersama. Namun penggalan atau teks yang berkaitan dengan nama ayah Imam Mahdi, karena hanya terdapat pada sebagian hadits atau riwayat, maka perlu kajian lebih untuk memastikan apakah penggalan tersebut valid atau tidak.

Baca Yang lain

Riwayat Al-Mahdi tanpa Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku” dari Jalur Hudzaifah bin Al-Yaman

Riwayat Al-Mahdi tanpa Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku” dari Jalur Hudzaifah bin Al-Yaman Kesimpulannya, keberadaan riwayat tanpa penggalan yang menyebutkan nama ayah Imam Mahdi ini diakui oleh para ulama, bahkan dinukil dalam kitab-kitab yang mereka tulis. Hal ini tentunya secara tidak langsung membatalkan klaim sepihak yang dilemparkan Ibnu Taimiyah terhadap Syiah.

Baca Yang lain

At-Thabarani dan Al-Wasithi Menukil Riwayat Al-Mahdi tanpa Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku”

At-Thabarani dan Al-Wasithi Menukil Riwayat Al-Mahdi tanpa Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku” Dua riwayat diatas menambah deretan hadis terkait karakteristik Imam Mahdi yang tidak menyebutkan  “nama ayahnya sama dengan nama ayahku”, dan hal ini juga mempertegas bahwa apa yang dituduhkan oleh Ibnu Taymiyah tentang Syiah telah melakukan penghapusan hadis adalah keliru.

Baca Yang lain

Jalaluddin Suyuti dan Ibnu Katsir Menukil Riwayat Al-Mahdi tanpa Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku”

Jalaluddin Suyuti dan Ibnu Katsir Menukil Riwayat Al-Mahdi tanpa Penggalan “Nama Ayahnya Sama dengan Nama Ayahku” Dari sini kita dapat melihat bahwa hadis tentang karakteristik Imam Mahdi yang tanpa penggalan yang menyebutkan ayahnya, memiliki ke-muktabaran bagi para ulama sehingga dinilai sebagai sahih. Dengan demikian tentunya kita bisa menariknya pada tuduhan Ibnu Taimiyah tadi, serta melihatnya sebagai tuduhan yang keliru dan tidak benar.

Baca Yang lain