Artikel
-
Al Qur'an Al Karim
Artikel: 571, Kategori: 4 -
Akidah
Artikel: 44, Kategori: 5 -
Rasulullah & Ahlulbait
Artikel: 361, Kategori: 15 -
Hadits & Ilmu Hadits
Artikel: 7, Kategori: 4 -
Fiqih & Ushul Fiqih
Artikel: 19, Kategori: 2 -
Sejarah & Biografi
Artikel: 101, Kategori: 3 -
Bahasa & Sastra
Artikel: 12, Kategori: 2 -
Keluarga & Masyarakat
Artikel: 1817, Kategori: 3 -
Akhlak & Doa
Artikel: 249, Kategori: 3 -
Filsafat & Irfan
Artikel: 306
Kelahiran Imam Mahdi dan Awal Kegaiban
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
Dalam situasi yang sangat berbahaya itulah Imam Mahdi as dilahirkan. Allah SWT menjaga kelahiran ini dalam kerahasiaan mutlak. Tidak seorang pun mengetahui kehamilan ibunda beliau selain Imam Hasan al-Askari dan seorang perempuan suci dari keluarga Ahlulbait. Bahkan setelah kelahiran, keberadaan Imam Mahdi hanya diberitahukan kepada murid-murid khusus yang terpercaya.
Menjadi Penjaga Keadilan di Masa Kegaiban
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
Zaman kegaiban bukanlah zaman kekosongan tanggung jawab. Justru di masa inilah kualitas iman diuji. Orang-orang yang mencintai Imam Mahdi a.s. bukan hanya mereka yang menunggu kemunculannya, tetapi mereka yang menegakkan keadilan, melawan kezaliman, dan menjaga kesucian fitrah manusia sesuai kemampuan mereka.
Satu Hukum, Satu Kepatuhan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
“Apakah mereka mencari agama selain agama Allah, padahal kepada-Nya berserah diri semua yang di langit dan di bumi, baik dengan sukarela maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?”
Keadilan sebagai Keniscayaan Sejarah
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
Kemunculan Imam Mahdi a.s. bukanlah peristiwa kebetulan, melainkan keniscayaan sejarah dan fitrah. Ketika hak-hak manusia dirampas, kewajiban dibebankan secara timpang, dan kezaliman menjadi sistem global, maka fitrah manusia menuntut hadirnya figur korektif. Dalam Islam, koreksi ini tidak bersifat kompromistis, tetapi revolusioner dalam makna Ilahi:
Al-Qur’an membuka Surah al-Baqarah dengan ciri utama orang-orang bertakwa:
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib…” (QS. al-Baqarah: 2–3)
Kezaliman Global dan Proyek Kekuasaan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
Kezaliman global bukanlah sesuatu yang terjadi secara acak. Ia dijalankan melalui strategi rapi, bertahap, dan sistematis. Banyak analis mencatat bahwa dominasi dunia modern tidak lepas dari proyek ideologis yang dirancang oleh kelompok-kelompok tertentu yang meyakini superioritas dirinya atas bangsa dan agama lain.
Jeritan Keadilan di Dunia yang Timpang
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
Hari ini, seruan tentang keadilan terdengar hampir di seluruh penjuru bumi. Dari podium politik, forum internasional, hingga gerakan sosial, kata “keadilan” dikumandangkan dengan berbagai wajah dan slogan. Namun kenyataannya, dunia justru semakin jauh dari keadilan itu sendiri.
Al-Mahdi: Figur Keadilan Fitrah dan Puncak Reformasi Ilahi
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda: “Akan muncul seorang lelaki dari Ahlulbaitku. Namanya seperti namaku, dan rupa wajahnya menyerupaiku. Ia akan memenuhi bumi dengan kebenaran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi oleh kecurangan dan kezaliman.”
Ujian Zaman dan Tanggung Jawab Umat
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
Kita hidup di zaman ketika dusta sering dipoles sebagai kecerdasan, riya’ dianggap prestasi, dan kesombongan disamarkan sebagai kharisma. Dalam situasi seperti ini, umat mudah tergesa-gesa mengkultuskan figur, menilai kesalehan dari simbol lahiriah, dan mencampuradukkan agama dengan kepentingan politik sekuler.
Ilmu, Kemandirian, dan Wibawa Ilahi
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Husain Mazahiri
Dalam sebuah riwayat, Imam Husain as ketika ditanya tentang ciri Imam Mahdi menjawab bahwa tanda utamanya adalah ketenangan dan kewibawaan. Ketika ditanya lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Imam Mahdi dikenal melalui pengetahuannya yang mendalam tentang halal dan haram, serta fakta bahwa manusia membutuhkan dirinya, sementara ia tidak membutuhkan siapa pun (lihat al-Ikhtiṣāṣ).