Artikel
-
Al Qur'an Al Karim
Artikel: 530, Kategori: 4 -
Akidah
Artikel: 43, Kategori: 5 -
Rasulullah & Ahlulbait
Artikel: 294, Kategori: 15 -
Hadits & Ilmu Hadits
Artikel: 7, Kategori: 4 -
Fiqih & Ushul Fiqih
Artikel: 14, Kategori: 2 -
Sejarah & Biografi
Artikel: 98, Kategori: 3 -
Bahasa & Sastra
Artikel: 9, Kategori: 2 -
Keluarga & Masyarakat
Artikel: 1560, Kategori: 3 -
Akhlak & Doa
Artikel: 224, Kategori: 3 -
Filsafat & Irfan
Artikel: 256

Kisah Sujudnya Iblis Kepada Manusia, Fakta atau Fiktif? (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- icc - jakarta
Ada dua pendapat tentang tamtsil (alegoris) dalam al-Quran yaitu bahwa pertama bahwa tamtsil itu sekedar perumpaan belaka (fiktif) dan demi untuk menurunkan konsep-konsep yang berat sementara pendapat kedua mengatakan bahwa tamtsil di dalam al-Quran memang berbicara tentang suatu fakta yang ada.

Kisah Sujudnya Iblis Kepada Manusia, Fakta atau Fiktif? (1)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- icc-jakarta
Atas dasar asumsi-asumsi di atas maka bisa disimpulkan bahwa perintah sujud itu bukan tasyri dan bukan takwini dan dan juga tidak mungkin bisa dibayangkan ada bentuk ketiga atau perintah lain karena kedua-duanya tidak bisa disatukan.

Keluarga Penjamin Kelestarian Masyarakat
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Jawaban Allamah Thabathabai
Itulah sebabnya agama Islam melarang hubungan seksual laki dan perempuan di luar nikah yang sah, itulah pula sebabnya Islam memikulkan biaya hidup anak di pundak bapak dan dialah yang harus bertanggungjawab menjamin kehidupannya.

Mengkaji Dua Kelompok Riwayat Model Pemerintahan Imam Zaman Afs
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- icc-jakarta
Ya sebenarnya aturan yang datang kelak bukan merupakan aturan baru namun karena masyarakat sudah tidak mengenali aturan Islam yang sebenarnya karena keliru dalam menafsirkan dan mentakwilkan al-Quran serta karena telah berkembangnya khurafat dan bid’ah yang merajalela sehingga masyarakat menilai bahwa aturan itu baru. []

Arif Sejati Cinta Kepada Perbuatan Yang Dicintai Allah SWT
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- ust. muhammad
Pecinta senantiasa memikirkan kepuasan dan kerelaan kekasihnya, tidak mungkin dia melakukan perbuatan yang tidak disenangi oleh kekasihnya. Itulah sebabnya insan yang mencintai Allah SWT selalu melangkah di jalur keridhoan-Nya. Berkenaan dengan hal ini, al-Qur’an secara global menjelaskan jalur cinta dan keridhoan Tuhan sebagai berikut:

Hajar Aswad Membenarkan Imamah Imam Sajad As
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- icc-jakarta
Kala mendengar pesan yang menakjubkan ini, Muhammad al-Hanafiyah berbalik ke arah Imam Sajjad As dan berkata, “Wahai anak saudaraku! Memang benar bahwa engkau adalah Imam dan aku adalah pengikutmu” (Kulaini, al-Kafi, jil. 1, hal. 348)

Menjaga Harga Diri Orang Yang Ditolong
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- muhammad husein
Hal ini menunjukkan bahwa Imam Sajjad As menggunakan uang ekstra yang beliau miliki untuk menolong kaum miskin. Ketika beliau wafat dan orang-orang lama tidak lagi menerima makanan, mereka mengetahui bahwa pastilah Imam Zainal Abidin As yang telah menolong mereka selama ini. (Hilyat al-Awliya, jil. 3, hal. 136)

Titipan Salam Bagi Baginda Rasul Melalui ‘Tukang Pos’
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- Republika
Ada hal yang cukup menarik di kalangan generasi salaf, tentang kebiasaan mereka mengirimkan salam untuk Rasulullah SAW meski jarak yang berjauhan, melalui ‘tukang pos’. Mereka kerap menitipkan salam untuk Rasulullah kepada kerabat atau kolega yang hendak pergi menuju Madinah.

Tiga Penjamin Segala Kebaikan Dalam Kehidupan
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- parstoday
Masalah yang sering ditemui adalah kita tidak memahami dan melihat kesalahan-kelasahan yang kita lakukan. Ketika kita memahaminya, pada waktu itu kita menyaksikan keagungan perbuatan ini. Bila kita adalah ahli makrifat dan hati, maka kita akan menangisi segala kesalahan yang kita lakukan. Selanjutnya masyarakat akan aman dari keburukannya.

Manfaat Shalat Berjamaah (2)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- parstoday
Dalam shalat jamaah orang-orang berada dalam satu barisan. Keistimewaan-keistimewaan yang terdiri atas ras, bahasa, kekayaan dan lain-lain tersisihkan. Akan tumbuh rasa keintiman dan rasa pertemanan dalam hati. Orang-orang beriman dengan bertemu satu sama lain dalam barisan ibadah akan merasakan kepercayaan, kekuatan dan harapan.