Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Rasulullah saw

Revolusi Islam sebagai Manifestasi Bi’tsah

Revolusi Islam sebagai Manifestasi Bi’tsah

Imam Khamenei melihat Revolusi Islam Iran sebagai salah satu manifestasi paling nyata dari semangat Bi’tsah di era modern. Menurut beliau, gerakan umat Islam dunia untuk menegakkan sistem yang adil dan merdeka telah dimulai jauh sebelum revolusi tersebut, namun Revolusi Islam menjadi momentum kebangkitan yang memicu kesadaran baru di kalangan bangsa-bangsa Muslim.  

Baca Yang lain

Bi’tsah dan Tantangan Zaman

Bi’tsah dan Tantangan Zaman Lalu, apa relevansi Yaumul Bi’tsah dengan kondisi umat manusia saat ini? Imam Khamenei mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya ketidakadilan sosial atau penindasan politik, tetapi kebodohan—kebodohan berpikir, melemahkan kesadaran rohani, dan keterasingan dari nilai-nilai Ilahi.   

Baca Yang lain

Fitrah Ilahi: Pijakan untuk Kebenaran dan Keadilan

Fitrah Ilahi: Pijakan untuk Kebenaran dan Keadilan Imam Khamenei menegaskan bahwa Yaumul Bi’tsah memanggil manusia kembali kepada fitrah—hakikat yang Allah tanamkan di dalam jiwa setiap manusia. Fitrah adalah landasan bagi:  

Baca Yang lain

Yaumul Bi’tsah Sebagai Hari Kebangkitan

Yaumul Bi’tsah Sebagai Hari Kebangkitan Imam Khamenei menekankan bahwa umat manusia kini lebih membutuhkan pemahaman tentang hakikat Bi’tsah daripada sekadar mengingat waktu terjadinya. Menurut beliau, Yaumul Bi’tsah adalah hari kebangkitan, bukan hanya bagi Nabi saw, melainkan bagi seluruh umat yang mencari makna hidup, keadilan, dan kebebasan dari penindasan.  

Baca Yang lain

Makna “Bi’tsah” dalam Terminologi Islam

Makna “Bi’tsah” dalam Terminologi Islam Yaumul Bi’tsah, dalam pandangan Imam Ali Khamenei, adalah momen kebangkitan sejati umat manusia dari keterasingan rohani dan sosial. Bi’tsah bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi panggilan universal yang memanggil setiap muslim untuk kembali kepada fitrah Ilahi—ke dalam keadilan, kebenaran, dan kemerdekaan spiritual. 

Baca Yang lain

Cinta Nabi sebagai Teladan Umat

Cinta Nabi sebagai Teladan Umat Al-Qur’an memerintahkan kaum Muslim untuk mengikuti Rasulullah saw sebagai teladan sempurna: “Dan ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. al-A‘raf: 158) “Sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian.” (QS. al-Ahzab: 21)

Baca Yang lain

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat (4)

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat (4) “Dan inilah Al-Quran yang telah diwahyukan kepadaku agar aku member peringatakan kepada kalian dengannya dan kepada orang-orang yang Al-Quran sampai kepadanya”. (QS. al-An’am [6]: 19).  

Baca Yang lain

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat (3)

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat (3) Memperhatikan awalan huruf alif-lam (al) pada kata nas (al-nas: manusia), kedua ayat ini menegaskan bahwa Nabi Islam diutus untuk seluruh manusia, bukan hanya untuk satu bangsa atau kalangan tertentu.

Baca Yang lain

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat “Barangsiapa mengganggu kafir zimmi akan menjadi musuhku; dan siapa saja yang menjadikan aku musuhnya, di hari kiamat kelak aku akan memusuhinya”. (Jafar Subhani: Mabani Hukumat Islami, hlm. 528-529, Tauhid, Qom.)  

Baca Yang lain

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat (1)

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat (1) Tanggal 27 Rajab tahun 610 Masehi, ketika Kanjeng Nabi saw pada usia empat puluh tahun diutus Allah Swt sebagai Rasul-Nya. Sebelum pengutusan itu, Kanjeng Nabi Saw menuju ke gua Hira untuk bermunajat kepada Tuhan. Merenung dan duduk di atas bebatuan sambil menatap kehidupan masyarakat Makkah. Beliau merenungkan keagungan penciptaan manusia, bumi, pepohonan, binatang, gunung-gunung dan ngarai, lautan luas dan gelombang yang tak berhenti menderu. Kanjeng Nabi Saw bersujud di hadapan kuasa dan agung Sang Pencipta alam semesta.  

Baca Yang lain

Kata Nabi (Saw): Mereka Adalah Saudara-saudaraku

Kata Nabi (Saw): Mereka Adalah Saudara-saudaraku Jadi, Umat Islam yang beriman kepada Baginda Nabi saw di akhir zaman itu sebenarnya berpeluang menjadi Ikhwâni yang dirindukan Baginda Nabi saw.  

Baca Yang lain

Demikianlah Seharusnya Engkau Memohon Hajatmu Kepada Rasulullah Saw

Demikianlah Seharusnya Engkau Memohon Hajatmu Kepada Rasulullah Saw Rabî’ah menjawab: Wahai Rasulullah, tidak ada yang mengajariku, tetapi aku berpikir dalam diriku dan berkata: Jika aku meminta harta, itu akan habis, dan jika aku meminta umur panjang dan anak-anak, pada akhirnya mereka akan mati.   

Baca Yang lain

Kisah Memilukan Pemakaman Jenazah Nabi Saw (3)

Kisah Memilukan Pemakaman Jenazah Nabi Saw (3) Maka datanglah seseorang kepada Abu Bakar dan Umar, ia berkata: Sesungguhnya kaum itu dari kalangan Anshar berkumpul bersama Sa’ad bin Ubâdah di Saqifah bani Sâ’idah, mereka berpihak kepadanya. Jika kalian masih memiliki hajat maka cepat susullah/datangi mereka sebelum urusan mereka membesar. Dan saat itu Rasulullah saw di rumah beliau, belum selesai diurus jenazah beliau. Keluarganya menutup pintu.   

Baca Yang lain

Kisah Memilukan Pemakaman Jenazah Nabi Saw (2)

Kisah Memilukan Pemakaman Jenazah Nabi Saw (2) Pertanyaan di atas dan semisalnya, serius mencari jawaban. Dan untuk menemukan jawaban atasnya butuh penelusuran dokumen sejarah hari-hari akhir menjelang wafat Nabi saw dan kemudian menelitinya untuk menemukan yang valid dan akurat. Setelahnya barulah bisa disimpulkan. 

Baca Yang lain

Kisah Memilukan Pemakaman Jenazah Nabi Saw (1)

Kisah Memilukan Pemakaman Jenazah Nabi Saw (1) [At Tamhîd,24/402. Terbitan Kementerian Urusan Waqaf Maroko, dan Majma’ az Zawâid,9/33]  Demikianlah yang dilaporkan dalam dokumen-dokumen sejarah wafat Nabi SAW. Mereka meninggalkan jasad Nabi SAW. tidak mengurus jasad suci Nabi SAW kecuali Ahlulbait/keluarga Nabi sendiri. Mereka lebih memilih berkumpul di Saqifah. Hingga mereka pun tidak ikut/menghadiri prosesi pemakaman Nabi mereka.   

Baca Yang lain

Peristiwa-peristiwa Hari-hari Akhir Sebelum Wafat Nabi Saw dan Antisipasi Nabi Saw (2)

Peristiwa-peristiwa Hari-hari Akhir Sebelum Wafat Nabi Saw dan Antisipasi Nabi Saw (2) Di sini, kita menyaksikan beberapa tindakan dan langkah antisipasi Nabi saw. untuk membentengi umat dari fitnah-fitnah yang tidak bisa dielakkan pasti terjadi. Berdasarkan sumber Wahyu Suci pasti -bukan prediksi apalagi menduga-duga- Nabi saw. telah mengetahui bahwa fitnah-fitnah menyesatkan akan segera menerpa umat beliau sesaat setelah wafat beliau. 

Baca Yang lain

Peristiwa-peristiwa Hari-hari Akhir Sebelum Wafat Nabi Saw dan Antisipasi Nabi Saw (1)

Peristiwa-peristiwa Hari-hari Akhir Sebelum Wafat Nabi Saw dan Antisipasi Nabi Saw (1) Ini adalah langkah antisipasi pertama Nabi saw. untuk menyelamatkan umat beliau dari fitnah yang sepertinya, mulai menampakkan taringnya di akhir hayat Nabi mulia saw.   

Baca Yang lain

Pidato Jumat Pertama Rasulullah saw: Seruan Abadi tentang Taqwa dan Kebenaran (1)

Pidato Jumat Pertama Rasulullah saw: Seruan Abadi tentang Taqwa dan Kebenaran (1) Rasulullah saw mengingatkan, “Beramallah untuk masa sesudah hari ini.” Umat Islam diminta hidup dengan pandangan jauh ke depan, tidak hanya untuk dunia fana, tetapi untuk kehidupan kekal. Inilah pandangan dunia Qur’ani—bahwa setiap amal harus berorientasi pada keabadian.  

Baca Yang lain

Politisasi Kisah Wafat Nabi Saw (3)

Politisasi Kisah Wafat Nabi Saw (3) [Târîkh al Khulafâ’:68.]  Riwayat dalam laporan Suyûthi yang dirancang dengan rapi di atas ingin mengatakan kepada kita bahwa:  [A] Riwayat itu ingin menampilkan Abu Bakar sebagai Tokoh yang datang di waktu yang tepat dengan solusi jitu yang super tepat dan akurat yang mampu mengakhiri perslisihan seru para sahabat Nabi saw. 

Baca Yang lain

Politisasi Kisah Wafat Nabi Saw (2)

Politisasi Kisah Wafat Nabi Saw (2) Anda berhak bertanya-tanya keheranan membaca laporan para ulama di atas, dan sekaligus merasakan kekecewaan bagaimana para sahabat itu berselisih di mana Nabi saw mereka harus dimakamkan? Perselisihan yang sungguh mengherankan. Padahal Nabi saw, tidak mati mendadak. Justeru jauh hari dan bahkan hingga hari-hari terakhir, beliau telah mengabarkan bahwa ajalnya telah dekat. Wasiat-demi wasiat perpisahan pun telah beliau sampaikan.   

Baca Yang lain