Imam Husein as
ASYURA SEBAGAI HUKUM SEJARAH: Merumuskan Benang Merah
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
‘Asyura adalah hukum sejarah. Ia menggambarkan satu pola yang berulang: ketika elite kebenaran tunduk pada dunia dan massa kehilangan basirah, masyarakat runtuh dari dalam, dan darah orang seperti al-Husain tertumpah. Penjaganya juga satu: basirah dan keberanian bertindak pada waktu yang tepat. Karena polanya tetap, maka berlaku aksioma bahwa setiap hari adalah ‘Asyura dan setiap tanah adalah Karbala.
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Wilayah sebagai Pemerintahan Cinta
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Kekhalifahan dan wilayah berarti pemerintahan yang disertai cinta dan keterhubungan dengan rakyat; tujuannya bukan mendominasi. Adapun seorang raja adalah penguasa yang menindas dan berbuat sekehendaknya.”⁶⁴
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Massa (Awamm), Tipologi yang Melampaui Kelas, dan Basirah
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Massa selalu mengikuti dan meniru elite. Karena itu, kesalahan terburuk seorang tokoh terkenal adalah menyimpang, sebab penyimpangannya mengakibatkan penyimpangan banyak orang.”⁵⁵
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Elite (Khawass) dan Tergelincirnya Mereka oleh Dunia
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Ada perbedaan antara elite dan massa. Jika elite menyimpang, mereka termasuk golongan yang dimurkai Allah; sedangkan jika massa menyimpang, mereka termasuk golongan yang tersesat.”⁴⁹
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Dua Sebab Penyimpangan dan Terbaliknya Standar
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Moral pertama Asyura adalah bahwa Imam al-Husain mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan masyarakat Islam lima puluh tahun setelah Nabi wafat. Keadaan apa yang membuatnya yakin Islam tidak dapat diselamatkan kecuali melalui pengorbanan?”⁴⁶
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Empat Pilar dan Pengosongan dari Dalam
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Nabi mendirikan tatanan politik di atas berbagai pilar. Empat yang terpenting adalah: penguasaan ilmu agama yang jelas; keadilan mutlak yang bebas dari pilih kasih; ibadah murni kepada Allah yang bebas dari syirik; dan cinta yang melimpah serta emosi yang hangat.⁴¹”⁴²
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? BAGAIMANA MASYARAKAT RUNTUH: DIAGNOSIS MORAL
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Sebagian orang masih hidup pada masa Nabi, tetapi mereka bersekongkol membunuh cucu Nabi dengan kematian yang paling mengerikan. Adakah contoh kemurtadan dan penyimpangan yang lebih buruk dari ini?”³⁹
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT?Menolak Dalih yang Tampak Sah
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Istiqamah tidak selalu berarti menanggung kesulitan, sebab menanggung kesulitan jauh lebih mudah dibanding menanggung (secara pasif atau mendiamkan, (tambahan penulis artikel)) perkara yang tampak berlawanan dengan syariat, kebiasaan umum, dan akal sehat.”³⁷
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Membedakan Kewajiban Utama dan Menentukan Musuh
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Imam al-Husain, pada titik genting sejarah Islam, memisahkan kewajiban utamanya dari kewajiban-kewajiban lainnya, lalu menunaikan kewajiban utama itu. Inilah kelemahan yang selalu diderita kaum Muslim.”³³
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Syarat Keadaan yang Tepat dan Premis Teologisnya
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
Kewajiban besar ini tidak berlaku setiap saat. Ia menuntut dua hal: penyimpangan yang ekstrem dan keadaan yang memungkinkan seruan terdengar. Di sinilah Khamenei meletakkan premis teologis yang menopang seluruh argumennya.
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Kewajiban yang Belum Pernah Ditunaikan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Tujuan manusia agung ini adalah menunaikan sebuah kewajiban agama yang besar, yang belum pernah ditunaikan sebelumnya, tidak oleh Nabi, tidak pula oleh Imam Ali dan Imam al-Hasan.”²²
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT: LOGIKA KEWAJIBAN
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
Pertanyaan itu sederhana namun tajam. “Mengapa engkau tidak pergi ke tempat yang tidak ada urusannya denganmu dan dengan Yazid, tempat engkau bisa hidup, beribadah, dan berdakwah?”¹⁸ Khamenei lalu menolak dua jawaban yang lazim.
RAHBAR: SOSOK AL-HUSAIN, MANUSIA YANG MENGUASAI DIRI DAN MENGHADAPI SATU DUNIA 4
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Karbala membentang sepanjang keabadian. Ia tidak terbatas pada ruang geografis seluas beberapa ratus meter. Sejarah sedang berulang hari ini, ketika satu dunia kezaliman dan arogansi berdiri menghadang Republik Islam.”¹⁶
RAHBAR: SOSOK AL-HUSAIN, MANUSIA YANG MENGUASAI DIRI DAN MENGHADAPI SATU DUNIA 3
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
“Distorsi, pada masa itu, adalah ancaman moral terbesar bagi Islam. Ia bagaikan banjir kerusakan dan kekotoran yang menyapu lalu mengendap di benak kaum Muslim.”¹¹
RAHBAR: SOSOK AL-HUSAIN, MANUSIA YANG MENGUASAI DIRI DAN MENGHADAPI SATU DUNIA 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
Inti karakter al-Husain adalah penguasaan diri. Khamenei mengajak pembaca memilih teladan yang tepat.
“Orang yang paling cerdas hanya memilih para wali Allah sebagai panutan mereka. Salah satu ciri terpenting mereka adalah bahwa mereka berada pada tingkat keberanian, kekuatan, dan keberdayaan yang menjadikan mereka tuan, bukan budak, atas diri mereka sendiri.”⁸
RAHBAR: SOSOK AL-HUSAIN, MANUSIA YANG MENGUASAI DIRI DAN MENGHADAPI SATU DUNIA 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
Buku ini memulai dari sosok, bukan dari peristiwa. Alasannya logis. Sebelum memahami mengapa al-Husain bangkit, pembaca perlu memahami siapa al-Husain. Karakternya menjadi syarat bagi pemahaman atas keputusannya.
CARA MEMBACA ‘ASYURA MILIK RAHBAR 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
Ciri ketiga adalah cara memperlakukan sejarah. Khamenei membaca masa lalu sebagai model. Ia menolak masuk ke perdebatan teologis dan memilih analisis.
“Saya tidak ingin masuk ke perdebatan teologis di sini. Saya hanya ingin menganalisis sejarah, dan Anda pun seharusnya menganalisisnya.”⁴
CARA MEMBACA ‘ASYURA MILIK RAHBAR1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
Ciri metodologis kedua adalah pemilihan sumber. Ketika mendiagnosis kemunduran masyarakat awal Islam, Khamenei membatasi diri secara ketat. Ia tidak memakai sumber Syiah. Ia memakai sejarawan Sunni dan bahkan menyaring sumber Sunni yang diragukan.
CARA MEMBACA ‘ASYURA MILIK RAHBAR
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
Sebelum menelusuri isi, kita perlu memahami metode buku ini. Pendekatan yang paling tepat untuk memahami sebuah karya adalah dengan metode yang diajarkan karya itu sendiri. Buku ini bukan kumpulan ratapan. Ia adalah kerja analitis. Khamenei berkali-kali mengajak pembaca berpikir, bukan hanya menangis. Tiga ciri metodologis menonjol dalam buku ini.
MEMAHAMI PEMIKIRAN ‘ASYURA IMAM KHAMENEI: TELAAH ANALITIS ATAS BUKU ‘ASHURA’ IN THE THOUGHT OF IMAM KHAMENEI 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Dimitri Mahayana
Buku ‘Ashura’ in the Thought of Imam Khamenei (al-Buraq Publications, Dearborn, Michigan, 2021; ISBN 978-1-956276-04-6) adalah kumpulan ceramah Sayyid Ali Khamenei yang disusun oleh Mu’assasat Qadr al-Wilaya al-Thaqafiyya dan diterjemahkan oleh tim al-Buraq. Isinya dibagi menjadi tiga bab: karakter Imam al-Husain dan ‘Asyura, pelajaran (lessons) ‘Asyura, dan perenungan moral (morals, ‘ibar) ‘Asyura.

