Rasulullah & Ahlulbait
-
Artikel Umum
Artikel: 62 -
Rasulullah saw
Artikel: 521 -
Imam Ali as
Artikel: 314 -
Fathimah az Zahra as
Artikel: 271 -
Imam Hasan as
Artikel: 76 -
Imam Husein as
Artikel: 525 -
Imam Ali bin Husein as
Artikel: 99 -
Imam Baqir as
Artikel: 59 -
Imam Shadiq as
Artikel: 67 -
Imam Kazhim as
Artikel: 64 -
Imam Ridha as
Artikel: 75 -
Imam Jawad as
Artikel: 61 -
Imam Hadi as
Artikel: 32 -
Imam Hasan al Askari as
Artikel: 46 -
Imam Mahdi ajf
Artikel: 298
Seorang Wanita Perawi yang Berilmu
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- ilyas
Walau tak semasa dengan neneknya, Fatimah Zahra, atau dengan kakeknya, Amirul mu`minin Ali bin Abi Thalib, keberadaan putri Imam Husein ini di dalam rumah ayahnya, menjadikan ia mengetahui apa-apa yang terjadi sepeninggal Rasulullah saw. Di antara yang dapat ia sampaikan ialah tentang bagaimana Fatimah Zahra yang di masa beliau mengalami sakit keras pasca wafat Rasulullah saw.
Apa yang Menarik Hidayah Allah
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- ilyas
Fatimah, putri yang sangat beruntung memiliki seorang ayah seperti Imam Husein, seorang seperti Amirul mu`minin Ali bin Abi Thalib yang menjadi kakeknya dan seorang seperti Fatimah Zahra yang menjadi neneknya, serta menjadi darah daging Rasulullah saw.
Fatimah Binti Al-Husain Ibu Perlawanan Terhadap Kezaliman
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- ilyas
Sebuah kasus yang ditangani seorang penyelidik untuk dikuak misteri di baliknya atau untuk dicari kebenarannya, apapun yang terkait dengan kasus itu bernilai di matanya. Sekalipun potongan kertas yang terbuang sebagai sampah. Karena bagaimanapun, ia sebuah jejak yang mungkin menjadi petunjuk.
Karena itu Ghadir tidak pernah selesai
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhlisin Turkan
Ghadir terus hidup sebagai pengingat bahwa manusia tidak dibiarkan berjalan sendirian dalam sejarah. Sejak Adam a.s,.
Ghadir yang Tidak Pernah Selesai
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhlisin Turkan
Inti wilayah bukan kultus individu. Inti wilayah adalah penjagaan terhadap ukuran moral agama. Imam Ali a.s,. dikenang bukan karena kemegahan kekuasaan yang diwariskan, tetapi karena keteguhannya menjaga keadilan bahkan ketika keadilan menuntut pengorbanan pribadi. Dalam diri beliau, kekuasaan tunduk sepenuhnya kepada kebenaran.
Ketika Agama Kehilangan Arah Moral
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhlisin Turkan
Tanpa Imamah, agama berisiko kehilangan pusat orientasi ruhaniahnya. Ritual tetap berjalan. Hukum tetap diperdebatkan. Simbol-simbol keagamaan tetap dipertahankan. Namun arah batin agama perlahan memudar. Agama terus dibicarakan, tetapi tidak lagi melahirkan manusia yang berani berdiri tegak di hadapan kebatilan.
Wilayah dan Garis Kekhalifahan Ilahi
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhlisin Turkan
Wilayah bukan urusan perebutan kekuasaan setelah wafat Nabi. Wilayah menyangkut kesinambungan kekhalifahan Ilahi di muka bumi. Karena itu, Ghadir tidak berdiri terpisah dari kisah penciptaan Adam a.s,. Keduanya berada dalam satu garis yang sama. Penetapan manusia pilihan sebagai khalifah dan hujjah Allah di tengah kehidupan manusia.
Ghadir dan Kesinambungan Hidayah
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhlisin Turkan
Sepulang dari Haji Wada’ pada 18 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah, Rasulullah SAW menghentikan ribuan kaum Muslimin di sebuah tempat bernama Ghadir Khum. Di tengah padang yang panas, beliau menyampaikan pernyataan yang kemudian menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah Islam.
Mengapa Ghadir Tidak Pernah Selesai
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhlisin Turkan
Sejak awal penciptaan manusia, Allah SWT tidak membiarkan manusia berjalan tanpa hujjah. Karena itu, kepemimpinan Ilahi tidak pernah sepenuhnya tunduk kepada kehendak politik manusia. Kehadirannya merupakan bagian dari kehendak Allah SWT sendiri. Ketika Allah berfirman kepada para malaikat dalam Surah Al-Baqarah ayat 30, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi,” para malaikat bertanya, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?”
Sayyidah Zainab Mendeklarasikan Pengorbanan Imam Husain 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- M.H. Bilgrami
Maka mari kita jalani warisan Sayyidah Zainab a.s. dengan sepenuh hati dan kesadaran. Jadikan setiap langkah kita bagian dari perjuangan suci itu di rumah, di sekolah, di ruang publik, di media, dalam dakwah, dalam budaya, dalam dunia politik dan kebijakan, dan bahkan dimana dan kapan saja. Warisan beliau adalah jalan kehidupan yang menuntut keberanian berpikir, kekuatan spiritual, dan kesetiaan tanpa syarat pada kebenaran.
Sayyidah Zainab Mendeklarasikan Pengorbanan Imam Husain 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- M.H. Bilgrami
Adalah garis hidup Sayyidah Zainab a.s. untuk mendeklarasikan kepada dunia tentang pengorbanan Imam Husain a.s. dan keluarga Rasulullah SAW demi tegaknya kebenaran dan kelestarian ajaran Islam. Dengan keberanian yang melampaui batas manusia biasa, beliau berdiri di hadapan kekuasaan tiran seperti Ibn Ziyad dan Yazid, mengungkap kejahatan mereka dengan tegas dan tanpa rasa takut. Jika bukan karena keteguhan dan peran beliau, tragedi Karbala mungkin akan terkubur dalam sunyi, terlupakan dari sejarah umat.
Dari Media Sayyidah Zainab s.a, ke Media Kita 3
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadzah Rabiatul Adawiyah
Media pada hakikatnya hanyalah sebuah sarana. Nilainya tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, melainkan oleh tujuan dan isi yang kita hadirkan melalui media tersebut. Di tangan orang yang memiliki kemauan untuk berbuat baik, media menjadi jalan tersebarnya ilmu dan amal jariyah. Sebaliknya, tanpa arah yang benar, media hanya akan menghabiskan waktu tanpa meninggalkan manfaat.
Dari Media Sayyidah Zainab s.a, ke Media Kita 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadzah Rabiatul Adawiyah
Berbeda dengan masa Sayyidah Zainab s.a, kita hidup pada zaman ketika hampir setiap orang memiliki media di genggamannya. Melalui sebuah telepon pintar, kita dapat menulis, berbagi ilmu, membuat video, menyebarkan inspirasi, bahkan menjangkau ribuan orang hanya dalam hitungan detik. Kesempatan yang dahulu tidak pernah terbayangkan kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Standar Ganda terhadap Ahlulbait
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Salim Muhsin, M.Pd.
Dalam sejarah Islam, terdapat banyak tokoh yang mengalami penganiayaan, disiksa, dipenjara, bahkan dihukum mati karena mempertahankan keyakinan atau pandangan keagamaannya.
Bersamaan dengan itu, berkembang pula berbagai cerita tentang keajaiban yang menyertai mereka setelah wafat. Menariknya, sebagian cerita tersebut diterima dan dicatat dalam buku dan kitab sejarah maupun manaqib.
LIMA CAHAYA
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Kyai Rakhmat Hidayat
Membela mereka yang tertindas,
menghapus luka dengan ikhlas.
Itulah janji yang kami jaga,
demi ridha Allah Yang Maha Esa.
Selama mentari masih bersinar,
selama azan masih berkumandang,
kami akan terus melangkah
membawa cahaya Islam yang ramah.
Dalil Tersirat Memperingati dan Mengadakan Majelis-Majelis Ahlul Bait as 3
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhammad Bhagas
Bagaimana mungkin kecintaan itu bertambah jika kita tidak berusaha menghubungkan batin dan mendrkatkan diri kita terus menerus kepada sosok yang dicintai melalui berbagai ungkap cinta dan perkhidmatan?
Dalil Tersirat Memperingati dan Mengadakan Majelis-Majelis Ahlul Bait as 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhammad Bhagas
Perintah untuk menambah kecintaan kepada Imam ‘Ali as sangat jelas baik dari sisi redaksi maupun kandungan maknanya. Ia mengandung pesan bahwa cinta kepada beliau bukanlah keadaan yang statis, melainkan sebuah perjalanan ruhani yang harus terus bertumbuh.
Hak dan Keutamaan Hari Jumat Menurut Hadis Ahlul Bait as
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhammad Bhagas
Sebab pada hari itu, Allah melipatgandakan kebaikan-kebaikan, menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat hamba-hamba-Nya.
Dan siang harinya sama seperti malam harinya, jika engkau mampu menghidupkan malam Jumat dengan doa dan shalat, maka lakukanlah. Mishbah al-Mutahajjid, halaman 283
Dalil Tersirat Memperingati dan Mengadakan Majelis-Majelis Ahlul Bait as 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Muhammad Bhagas
Di sinilah kita dapat memahami salah satu hikmah dan landasan tersirat dari adanya majelis-majelis Ahlul Bait as. Ketika kaum muslimin berkumpul untuk mengenang kehidupan mereka, mempelajari ilmu dan akhlak mereka, mendengarkan keutamaan-keutamaan mereka, melantunkan shalawat, meneteskan air mata atas musibah mereka, atau mengekspresikan syukur dan kegembiraan atas hari-hari kelahiran mereka, sesungguhnya semua itu merupakan sarana untuk menambah kecintaan sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.
Kehati-hatian dan Kebijaksanaan, Buah Akal Sehat
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D
Kehidupan yang ideal adalah kehidupan yang dijalankan dengan akal, iman, dan takwa, di mana setiap keputusan lahir dari perenungan mendalam dan disertai orientasi moral yang benar. Karena itu, buah dari kehati-hatian adalah keselamatan.

