Rasulullah & Ahlulbait
-
Artikel Umum
Artikel: 62 -
Rasulullah saw
Artikel: 514 -
Imam Ali as
Artikel: 294 -
Fathimah az Zahra as
Artikel: 271 -
Imam Hasan as
Artikel: 69 -
Imam Husein as
Artikel: 457 -
Imam Ali bin Husein as
Artikel: 95 -
Imam Baqir as
Artikel: 57 -
Imam Shadiq as
Artikel: 67 -
Imam Kazhim as
Artikel: 64 -
Imam Ridha as
Artikel: 65 -
Imam Jawad as
Artikel: 61 -
Imam Hadi as
Artikel: 32 -
Imam Hasan al Askari as
Artikel: 46 -
Imam Mahdi ajf
Artikel: 298
Kesabaran Sayyidah Zainab, Fondasi Tradisi Kesyahidan dan Kebangkitan Publik
- Dipublikasi pada
Dalam pembacaan teologis dan historis atas peristiwa Asyura, terdapat satu kenyataan mendasar yang sering terlewat. Karbala tidak berakhir pada hari kesepuluh Muharam. Justru setelah pedang-pedang berhenti diayunkan dan tubuh para syuhada terbaring di padang pasir, Asyura memasuki fase paling menentukan.
Kesyahidan sebagai Tradisi Kesadaran
- Dipublikasi pada
Pernyataan Imam Sajjad a.s. bahwa Syahid adalah tradisi keluarga Ahlul Bait menunjukkan bahwa kesyahidan bukan peristiwa kebetulan, melainkan pilihan sadar yang berakar pada visi teologis.
Sayyidah Zainab dan Keabadian Asyura
- Dipublikasi pada
Jika Imam Husain a.s. adalah darah Asyura, maka Sayyidah Zainab a.s. adalah denyut yang membuat darah itu tetap mengalir dalam sejarah. Pengorbanan tanpa kesadaran akan membeku, dan kesyahidan tanpa narasi akan dilupakan.
Perdamaian yang Penuh Hikmah
- Dipublikasi pada
Dalam situasi ini, Imam Hasan menghadapi pilihan sulit: melanjutkan perang dengan risiko kehancuran total umat, atau mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan Islam dari kerusakan yang lebih besar.
Khadijah: Figur Universal dalam Sejarah Peradaban Islam
- Dipublikasi pada
Sayyidah Khadijah binti Khuwailid (sa) bukanlah sekadar istri Nabi ﷺ — beliau adalah pendukung pertama, finansier utama, dan penyokong spiritual terdepan dalam sejarah lahirnya Islam.
Pengorbanan di Masa Kesukaran dan Akhir Hidupnya
- Dipublikasi pada
Sayyidah Khadijah juga mengalami masa-masa sulit bersama Nabi ﷺ ketika seluruh Muslim di Makkah mengalami pemboikotan komunal oleh kaum Quraisy dalam lembah Shi’b Abi Talib. Beliau berdiri teguh bersama Nabi dan kaum Muslim, meskipun hal tersebut berarti harus menanggung keperihan, penderitaan, dan penderitaan fisik yang luar biasa.
Khadijah sebagai Ibu Ahlulbait dan Warisan Keimanan
- Dipublikasi pada
Khadijah bukan hanya sosok yang mempengaruhi sejarah awal Islam secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui keluarganya. Ia merupakan ibu dari Sayyidah Fatimah az-Zahra (sa), yang kemudian menikah dengan Imam Ali (as). Dari pernikahan ini lahirlah para Imam Ahlulbait (as), yang merupakan penjaga ajaran Nabi dalam tradisi Syiah.
Peran Emosional dan Rohaniah: Pegangan Nabi ﷺ dalam Masa Turbulen
- Dipublikasi pada
Selain peran material, Sayyidah Khadijah juga merupakan teman dekat, penopang rohani, dan tempat bersandar Nabi Muhammad ﷺ saat menghadapi gejolak awal dakwah. Ketika wahyu pertama turun dan Nabi ﷺ mengalami kebingungan serta takut akan reaksi masyarakat,
Pengorbanan Nyata: Hartanya untuk Jalan Allah
- Dipublikasi pada
Tidak banyak figur dalam sejarah yang rela melepaskan seluruh kenyamanan hidupnya demi keyakinan dan penegakan kebenaran sebagaimana yang dilakukan oleh Sayyidah Khadijah.
Orang Pertama yang Memeluk Islam dan Menopang Dakwah Nabi ﷺ
- Dipublikasi pada
Ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad ﷺ, situasi sosial dan budaya masyarakat Quraisy penuh tekanan dan skeptisisme terhadap gagasan monoteisme yang dibawa beliau ﷺ.
Awal Kisah Sayyidah Khadijah: Dari Kejayaan Duniawi Menuju Keimanan Teguh
- Dipublikasi pada
Sayyidah Khadijah lahir di tengah masyarakat Makkah pra-Islam yang penuh dengan tradisi jahiliyah. Di kalangan tersebut, perempuan sering dipandang sekadar sebagai komoditas sosial, diwajibkan mengikuti kehendak keluarga bahkan terkadang diabaikan hak-hak dasarnya.
Sayyidah Khadijah: Pilar Awal Islam — Dari Putri Quraisy Menuju Ibu Umat
- Dipublikasi pada
Dalam sejarah Islam, jarang ada figur perempuan yang dimuliakan dan dihormati sedalam Sayyidah Khadijah binti Khuwailid (sa). Namanya tidak hanya terukir sebagai istri pertama Nabi Muhammad ﷺ, tetapi juga sebagai sosok yang memainkan peran fundamental dalam keberlangsungan, stabilitas, dan perkembangan awal Islam.
Rasulullah saw mendefinisikan ulang makna kekayaan:
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
“Sebaik-baik kekayaan adalah kaya hati.”
Beliau mengingatkan bahaya riba, memakan harta anak yatim, dan makanan haram. Tubuh yang tumbuh dari yang haram tidak akan membawa keberkahan.
Dialog Rasulullah saw dengan Alim Yahudi tentang Syariat dan Keutamaan Ahlulbait(3)
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- safinahonline
Kemudian ditanyakan tentang mandi junub. Rasulullah saw menjelaskan bahwa air mani mengalir ke seluruh tubuh, sehingga mandi diwajibkan hingga hari kiamat. Sedangkan kencing dan buang air besar cukup dengan wudhu. Mandi junub dari yang halal diganjar rumah di surga untuk setiap tetes air.
Jihad dalam Perspektif Ahlulbait as
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Taqi Misbah Yazdi
Dalam mazhab Ahlulbait as, jihad adalah ekspresi ideologis dari tauhid dan imamah. Jihad tidak dapat dipisahkan dari kepemimpinan ilahi dan keberpihakan tegas pada barisan kebenaran. Imam Ali as menyebut jihad sebagai pintu surga bagi para wali Allah, menandakan bahwa jihad adalah amal orang-orang beriman yang telah menundukkan hawa nafsu.
Makna Abbas bagi Umat
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Sayyid Musa ash-Shadr
Abbas bin Ali syahid pada usia 34 tahun. Tubuhnya tercabik hingga sulit diangkat. Ia dimakamkan di tempat ia gugur, sebagai saksi abadi kesetiaan.
Abu Fadhl Penjaga Kebenaran di Malam Asyura
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Sayyid Musa ash-Shadr
Pada malam Asyura, saat para sahabat Imam Husain a.s. menghidupkan malam dengan ibadah, Abbas berkeliling perkemahan dengan pedang terhunus. Ia menjaga keluarga Rasulullah saw. dari ancaman musuh. Malam itu, Abbas menunjukkan bahwa ibadah tidak selalu berupa rukuk dan sujud, tetapi juga kesiapsiagaan menjaga kebenaran.
Akhlak dan Keutamaan Abu Fadhl
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Sayyid Musa ash-Shadr
Abbas dikenal dengan gelar Abu Fadhl—pemilik banyak keutamaan. Ia bertubuh tinggi, gagah, dan berwibawa, hingga dijuluki Qamar Bani Hasyim, Bulannya Bani Hasyim. Namun keindahan sejatinya terletak pada akhlak dan iman.
Didikan Ummu Banin: Melahirkan Jiwa Pengorbanan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Sayyid Musa ash-Shadr
Peran Ummu Banin dalam membentuk kepribadian Abbas tidak dapat diabaikan. Ia berasal dari kabilah Banu Kilab, yang dikenal dengan keberanian dan keteguhan. Namun keberanian Abbas bukan sekadar warisan darah; ia adalah hasil pendidikan akhlak dan ideologi. Ummu Banin mendidik anak-anaknya untuk hidup demi Ahlul Bait, bukan demi diri sendiri.
Abu Fadhl Abbas: Kesetiaan Tanpa Syarat di Jalan Kebenaran
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Sayyid Musa ash-Shadr
“Demi Allah, walaupun tangan kananku terputus, aku tidak akan melepaskan agamaku dan tidak akan meninggalkan Imamku.”

