Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Muhsin bin Ali as

1 Pendapat 05.0 / 5

Muhsin bin Ali as (bahasa Arab: محسن بن علی علیه السلام) adalah anak kelima Imam Ali as dan Sayidah Fatimah sa yang pada usia enam bulan kehamilan, syahid keguguran, ketika para pendukung Khalifah Abu Bakar datang menyerang rumah Ali as untuk mengambil baiatnya. Tanggal kesyahidannya tidak jelas namun sesuai berita para sejarawan yang mencatat bahwa peristiwa itu terjadi setelah Rasulullah saw wafat dengan jarak 40 hari atau lebih.

Pengenalan
Riwayat menceritakannya demikian bahwa Nabi saw meletakkan nama anak ketiga laki-laki Sayidah Zahra sa adalah Muhsin. Dengan memperhatikan keyakinan Syiah bahwa Muhsin meninggal dunia sebelum dilahirkan maka tidak dibahas tentang tanggal kelahirannya, oleh karena itu, hanya direferensi-referensi Syiah saja hari kesyahidannya dikenang.

Namun para cendekiawan Ahlusunah mengenai hari kelahiran dan wafat Muhsin, mereka memberikan dua pandangan; sebagian kecil dari mereka meyakini bahwa kelahiran dan wafatnya terjadi pada zaman hidup Rasulullah saw. Namun kebanyakan sumber-sumber mereka mengenai waktu kelahirannya diam membisu dan hanya memberitakan bahwa ia meninggal di waktu kecil, hal-hal berikut ini adalah sebagian ungkapan yang ditemukan, seperti contoh:

Ibnu Hazm, Ibnu Hajar, Abu al-Fida dan Qunduzi menggunakan ungkapan: «مات صغیرا» yaitu meninggal dalam usia kanak-kanak.

Ibnu Damasyqi dan Ibnu Katsir dengan menggunakan ungkapan: «مات و هو صغیر» dia meningal sementara usia kanak-kanak.

Thabari dan Ibnu Atsir menjelaskan dengan ungkapan: «توفی صغیرا» di usia kanak-kanak wafat.

Ibnu Qutaibah dan Ahmad Thabari dengan menggunakan lafaz: «فهلک و هو صغیر» maka mati sedangkan dia masih kecil dan «هلک صغیرا» mati di usia kanak-kanak.

Baladzuri dengan lafaz: «درج صغیرا»

Sibth bin al-Jauzi dengan kata-kata: «مات طفلا» [9]

Shalihi Syami dan Ibnu Shabbagh Maliki dengan menggunakan ungkapan: «مات سقطا» dia keguguran di usia bayi.

Tidak ada satupun dalam sumber-sumber ini ungkapan «فی حیاه النبی» di zaman Nabi saw hidup. Bahkan dalam ungkapan yang dinukil menunjukkan bahwa dia meninggal ketika Muhsin dilahirkan. Hanya Ibnu Hazm yang memuat ungkapan «مات صغیرا جدا إثر ولادته» meninggal dalam di waktu sangat kecil setelah dilahirkan [11]setidaknya hal ini menunjukkan bahwa dia pernah hidup saat dilahirkan. Dari lafaz-lafaz yang digunakan dalam ungkapannya tidak dapat dianggap bahwa hari kelahiran dan wafat Muhsin di zaman Rasulullah saw hidup, atau setelahnya.

Muhsin dalam Beberapa Referensi
Kebanyakkan sumber-sumber sejarah dan nasab Syiah dan Ahlusunah, mengingat dan mengenang Muhsin dan banyak dari hadis dan catatan sejarah yang meragukan dan mempertanyakan keberadaan pribadi semacam ini, jika ada perselisihan pendapat antara sumber-sumber Syiah dan Ahlusunah pada zaman kelahiran dan bagaimana dia wafat, namun asal keberadaan pribadi semacam ini dengan adanya kapasitas riwayat dan berita-berita sejarah tidak mungkin suatu hal yang dibuat-buat.