Keluarga & Masyarakat
-
Keluarga & Anak
Artikel: 133 -
Wanita
Artikel: 126 -
Kajian
Artikel: 11
Ujian di Lingkaran Terdekat: Membaca Makna “Musuh” dalam Surah At-Taghabun (2)
- Dipublikasi pada
Dalam tafsir tersebut digunakan istilah “sebagian”. Yang diperingatkan bukan identitas keluarga, melainkan potensi relasi menjadi penghalang ketika orientasi hidup bergeser.
Ujian di Lingkaran Terdekat: Membaca Makna “Musuh” dalam Surah At-Taghabun (1)
- Dipublikasi pada
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” (QS. At-Taghabun: 14)
Ujian di Lingkaran Terdekat: Membaca Makna “Musuh” dalam Surah At-Taghabun
- Dipublikasi pada
Seorang profesional mengetahui laporan keuangan perusahaannya dimanipulasi. Angka-angka laporan dipoles agar terlihat sehat di mata investor. Jika dia bersuara, kariernya akan terancam. Jika memilih diam, integritasnya akan runtuh.
Pentingnya Ilmu dan Hikmah (2)
- Dipublikasi pada
Setiap orang, selama hidupnya, harus menempuh jalan kepatuhan. Ilmu adalah pemimpin, sedangkan harta hanyalah yang dipimpin.”
Pentingnya Ilmu dan Hikmah (1)
- Dipublikasi pada
Dalam perjalanan sejarah peradaban, ilmu dan hikmah senantiasa menjadi fondasi utama yang mengantarkan umat manusia menuju kemajuan dan kebesaran. Dalam pandangan Islam, ilmu bukanlah tumpukan informasi atau kecakapan intelektual, melainkan cahaya yang menerangi hati, membimbing akal, dan menuntun langkah menuju kesempurnaan insani.
Ilmu: Jalan Kesadaran dan Pengabdian
- Dipublikasi pada
Ilmu yang sejati tidak berdiri sendiri; ia berpijak pada akhlak, disinari oleh hikmah, dan diarahkan untuk kebaikan bersama. Ia melahirkan ketulusan dalam memahami dan keberpihakan terhadap kemanusiaan.
Wasiat yang Menjadi Jalan Keselamatan
- Dipublikasi pada
Wasiat-wasiat Rasulullah saw kepada Abu Dzar dan Salman bukan sekadar nasihat personal. Ia adalah manifesto perlawanan terhadap dunia yang menipu, terhadap ilmu tanpa amal, terhadap kekuasaan tanpa keadilan, dan terhadap ibadah tanpa kesadaran.
Kebenaran Itu Berat
- Dipublikasi pada
“Kebenaran itu berat dan pahit, sedangkan kebatilan itu ringan dan manis.” Pesan ini adalah cermin zaman. Kebatilan sering dibungkus indah dan mudah diterima. Kebenaran sering sepi dan menyakitkan.
Muhasabah dan Rasa Malu kepada Allah
- Dipublikasi pada
“Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab,” sabda beliau. Muhasabah adalah revolusi batin yang melahirkan masyarakat adil. Tanpa evaluasi diri, manusia mudah terjerumus dalam kemunafikan.
Zuhud dan Perlawanan terhadap Dunia
- Dipublikasi pada
Rasulullah saw menegaskan bahwa cinta harta dan kedudukan lebih cepat menghancurkan agama daripada serigala yang menerkam kambing. Dunia terkutuk kecuali yang digunakan untuk mencari ridha Allah.
Ilmu dan Tanggung Jawab Moral
- Dipublikasi pada
Rasulullah saw memperingatkan tentang bahaya ilmu tanpa amal. Orang yang mengajarkan kebaikan tetapi tidak mengamalkannya akan menjadi penghuni neraka, meskipun ilmunya menjadi sebab orang lain masuk surga. Ilmu bukan alat pencitraan, bukan sarana mencari pengaruh dan kekaguman.
Ramadan: Bulan Kesempatan, Pembersihan Jiwa, dan Kelahiran Spiritual Baru
- Dipublikasi pada
Dalam tradisi Islam—terutama dalam pandangan Ahlulbait (as)—bulan Ramadan bukan hanya fenomena kalender yang datang setiap tahun, tetapi suatu fase spiritual yang agung; sebuah kesempatan untuk mengubah diri secara menyeluruh — dari keadaan biasa menuju kehidupan yang lebih sadar, murni, dan berorientasi Ilahi.
Tujuh Wasiat Pokok: Fondasi Jiwa yang Merdeka(2)
- Dipublikasi pada
Kelima, tidak takut pada celaan orang yang mencela di jalan Allah. Seorang pejuang kebenaran tak boleh tunduk pada opini publik yang dimanipulasi.
Idul Fitri: Syukur dan Kelanjutan Perjalanan Spiritualitas
- Dipublikasi pada
Ramadan diakhiri dengan Idul Fitri — bukan hanya sebagai hari raya perayaan, tetapi sebagai hari syukur kepada Allah karena telah diberikan kesempatan beribadah dan berkembang secara spiritual.
Ramadhan dan Kebaikan Sosial
- Dipublikasi pada
Ramadan juga bukan hanya urusan batin semata. Ayatullah Khamenei menekankan bahwa bulan ini hendaknya meningkatkan hubungan sosial: meningkatkan kepedulian kepada sesama, memperluas kasih sayang kepada keluarga, tetangga, dan bahkan kepada mereka yang miskin dan lemah.
Sahur — Waktu yang Tidak Boleh Dilewatkan
- Dipublikasi pada
Ayatullah Khamenei pernah mengingatkan bahwa saat sahur dan waktu fajar adalah waktu yang sangat istimewa dalam Ramadan. Dalam kesibukan dunia modern, waktu fajar sering dilupakan dan dianggap “belum penting”. Namun beliau menegaskan bahwa fajar adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah ketika dunia tengah dalam kesunyian spiritual.
Laylat al-Qadr: Titik Balik dalam Tahun Spiritual
- Dipublikasi pada
Salah satu puncak Ramadan adalah Laylat al-Qadr — malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini, para malaikat turun membawa catatan amal, dan takdir setahun penuh mulai digariskan.
Ramadan dan Penguatan Hubungan dengan Al-Qur’an
- Dipublikasi pada
Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan. Karena itu, Ramadan adalah waktu khusus untuk memperdalam hubungan dengan ayat-ayat Ilahi ini. Ayatullah Khamenei sangat menekankan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar memindai huruf, tetapi membaca dengan pemahaman dan kontemplasi.
Pertobatan dan Kembali Kepada Allah
- Dipublikasi pada
Dalam tradisi Syiah, doa-doa khusus yang dibaca saat Ramadan — seperti Dua Abu Hamza al-Thumali — mencerminkan tema besar taubat dan kembali kepada Allah. Ayatullah Khamenei menunjukkan bahwa Ramadan membuka “pintu pertobatan”, tempat di mana setiap hamba yang tersesat karena kesalahan, godaan, atau dosa mendapatkan kesempatan kembali ke pelukan Allah.
Ramadan Sebagai Pembersih Hati dan Jiwa
- Dipublikasi pada
Ayatullah Khamenei menggambarkan Ramadan sebagai bulan pembersihan, seperti logam yang dimurnikan dalam api untuk menghilangkan kotoran. Dengan melakukan puasa, berzikir, berdoa, membaca Al-Qur’an dan terlibat dalam berbagai amalan saleh, jiwa manusia dipisahkan dari pengaruh material dan dipersiapkan untuk menerima cahaya Ilahi.

