Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Lima Ciri Terbaik dari Hamba-Hamba Allah (2)

0 Pendapat 00.0 / 5

Kegembiraan seseorang dalam berbuat baik bisa muncul dalam tiga keadaan: 

1. Pertama, seseorang melakukan amal dengan niat ikhlas dan secara tersembunyi, namun bila amal itu kemudian diketahui orang lain, ia merasa senang. 

Keadaan ini bukan yang dimaksud dalam hadis, karena amal yang disertai riya (pamer) adalah batal dan tercemar oleh syirik. 

2. Kedua, seseorang melakukan amal tanpa dilihat siapa pun, lalu ia merasa bahagia karena telah berbuat baik semata-mata karena Allah. 

Menurut hadis, keadaan seperti ini tidak tercela. 

Diriwayatkan bahwa seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw: “Aku melakukan amal saleh secara sembunyi-sembunyi dan tidak suka jika orang lain mengetahuinya. Namun ketika orang lain mengetahuinya, aku merasa senang.” Rasulullah bersabda: “Bagimu ada dua pahala: pahala karena menyembunyikan amal, dan pahala karena amalmu diketahui.” 

Imam Muhammad al-Baqir as juga ditanya tentang seseorang yang merasa bahagia ketika amal baiknya diketahui orang lain. Beliau menjawab: “Tidak mengapa. Tidak ada seorang pun yang tidak senang jika Allah menampakkan amal baiknya di hadapan manusia, sekalipun ia tidak melakukannya demi hal itu.” (Jami‘ al-Sa‘adat, jilid 3, hlm. 507) 

Dari dua riwayat ini dapat dipahami bahwa rasa bahagia yang timbul karena hal-hal seperti itu tidaklah dilarang, selama niat awalnya bukan untuk dipuji atau diakui manusia. 

3. Ketiga, seseorang melakukan amal tanpa dilihat siapa pun, dan rasa gembiranya muncul karena ia merasa mendapat keridaan Allah. 

Kegembiraan seperti ini bersifat murni spiritual dan ruhani, bukan karena riya, bukan karena ‘ujub (bangga diri), melainkan karena jiwanya merasakan kedekatan dan kerelaan Ilahi setelah melakukan amal kebajikan. 

Maka, kegembiraan sejati dari amal saleh adalah kegembiraan karena Allah ridha, bukan karena manusia memuji. 

Inilah tanda kebersihan hati dan salah satu ciri dari hamba-hamba terbaik Allah menurut Imam Ridha as. 

Berlanjut…