Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

“Alhamdulillah, Aku Bersyukur, Aku Ikhlas, Aku Sehat…”; Dampak Perkataan serta Pikiran Positif dan Negatif (2)

0 Pendapat 00.0 / 5

Hal ini juga menjelaskan mengapa kita dianjurkan untuk melakukan afirmasi diri, seperti: “aku sehat, aku bahagia, aku ikhlas, aku bersyukur, aku berlimpah”. Tubuh yang sebagian besar terdiri dari cairan akan merespons perkataan sebagaimana yang ditunjukkan dalam penelitian Masaru Emoto.

Dalam Al-Qur’an, terkait perintah untuk berkata baik, Allah Swt berfirman:

قُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
“Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83)

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw juga memerintahkan untuk berkata baik atau diam. Beliau bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

Karena itu, berhati-hatilah dalam perkataan dan pikiran. Perkataan dan pikiran positif akan berdampak positif kepada diri kita, begitu juga sebaliknya. Realita yang terjadi pada diri kita bisa jadi merupakan pengaruh dari perkataan dan pikiran kita sendiri. Sebagai contoh, seseorang yang berpikiran atau berprasangka bahwa rezekinya hanya berasal dari hasil kerja semata, maka realitanya pun akan seperti itu.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah Swt berfirman:

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
“Allah berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”

Namun, jika seseorang berpikiran dan berprasangka bahwa Allah akan memberinya rezeki dari berbagai arah, baik dari hasil kerja maupun selain hasil kerja, terduga maupun tidak terduga, maka berdasarkan pikiran, perkataan, dan doa hamba-Nya tersebut, Allah Swt akan membukakan pintu rezeki dari berbagai arah.

Bersambung...