Fatimah dan Garis Keadilan: Warisan bagi Umat Penentang Kezaliman
Dalam pemikiran Muthahhari, perjuangan Fatimah bukanlah peristiwa yang berakhir pada zamannya. Perjuangan itu menjadi “benih kesadaran” yang kelak tumbuh dan meledak dalam sejarah, terutama di Karbala. Dari Sayidah Fatimah, lahirlah al-Husein. Dari luka Fatimah, tercipta barisan para penentang tirani sepanjang masa.
Karena itu, Muthahhari melihat Sayidah Fatimah sebagai:
1. Pelopor kesadaran politik Islam,
2. Simbol perempuan revolusioner,
3. Penjaga moralitas umat,
4. Dan teladan bagi generasi yang ingin melawan kezaliman.
Ia menegaskan:
“Tanpa ketegasan Sayidah Fatimah, Islam akan kehilangan kompas moralnya.”
Fatimah telah menanamkan prinsip bahwa kebenaran harus dipertahankan, meski dunia tidak mendengar.