Konvergensi prinsip: tradisi klasik dan modernitas akademik
Ketika data sejarah Islam klasik dan data sejarah akademik modern diletakkan berdampingan secara metodis, satu kesimpulan menjadi sulit untuk disangkal: penolakan terhadap otoritas semata-mata karena usia bukan keberatan rasional, melainkan kebiasaan sosial yang belum direfleksikan secara kritis.
Baik tradisi Sunni klasik maupun sistem akademik modern menunjukkan bahwa legitimasi intelektual dan moral dapat diberikan lebih awal—bahkan jauh lebih awal dari norma sosial—ketika kapasitas benar-benar hadir dan dapat diverifikasi.