Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat (3)

0 Pendapat 00.0 / 5

Memperhatikan awalan huruf alif-lam (al) pada kata nas (al-nas: manusia), kedua ayat ini menegaskan bahwa Nabi Islam diutus untuk seluruh manusia, bukan hanya untuk satu bangsa atau kalangan tertentu.

Katakanlah, “Wahai manusia! Aku adalah utusan Allah untuk kalian semua.” (QS. al-A’raf: 158)

“Dan Kami tidak mengutusmu melainkan untuk segenap umat manusia agar engkau memberi kabar gembira dan ancaman kepada mereka, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Saba [34]: 28).

Pada kedua ayat ini, selain kata al-nas yang dibubuhi awalan huruf alif-lam (al), juga dicantumkan kata umum lainnya seperti: jami‘an (semua) dan kaffah (segenap) untuk memberikan penekanan lebih kuat lagi. Karenanya, jelas sudah, bahwa makna kata al-nas dalam ayat-ayat itu adalah seluruh manusia.

“Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. al-Furqan [25]: 1).

“Dan Kami tidak mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam“. (QS. al-Anbiya [21]: 107).

Ayat pertama di atas menjelaskan tujuan diturunkannya Al-Quran kepada Nabi Islam sebagai peringatan bagi seluruh umat manusia (seluruh alam). Ayat kedua juga mengangkat Nabi Islam sebagai sumber rahmat bagi semesta alam.

Beberapa ayat ini dengan sangat jelas menyebutkan Nabi Islam sebagai nabi seluruh umat manusia. Sedemikian rupa, sehingga tak ada eksepsi individu, ras, bangsa, dan atau ajaran tertentu. Jelas, seruan ini juga meliputi Ahli Kitab. Kalau tidak, substansi dakwah dan posisi Nabi sebagai pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan secara mutlak dan general akan rusak dan gugur.

Inilah maksud dari kesemestaan dan universalitas kenabian Nabi Islam. Integralitas dakwah beliau bagi semua manusia cukup jelas dan tegas.

Al-Quran yang dibawa oleh Kanjeng Nabi Saw juga menggambarkan dirinya sebagai pembawa kitab seluruh manusia. Predikat Al-Quran yang disandangnya juga berbeda-beda seperti: penuntun, penjelas, penyampai, pemberi peringatan, pemberi nasihat, zikir, cahaya, burhan (bukti jelas), dan hujjah Tuhan.

“Inilah kitab yang Kami turunkan kepadamu agar kau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya sesuai dengan izin Tuhan mereka”. (QS. Ibrahim [14]: 1).

“Inilah penjelas bagi seluruh umat manusia, petunjuk dan nasihat bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Imran [3] [3]: 138).

Bersambung...