Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Bi'sat Nabi dan Solusi Sosial Masyarakat (4)

0 Pendapat 00.0 / 5

“Dan inilah Al-Quran yang telah diwahyukan kepadaku agar aku member peringatakan kepada kalian dengannya dan kepada orang-orang yang Al-Quran sampai kepadanya”. (QS. al-An’am [6]: 19).

“Inilah (Al-Quran) pesan bagi seluruh manusia.” (QS. Ibrahim [14]: 52).

“Wahai manusia! Telah datang bukti yang jelas dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan kepada kalian cahaya yang jelas”. (QS. Al-Nisa [4] [4]: 174).

“Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam”. (QS. al-Furqan [25]: 1).

“Ia (Quran) tak lain adalah peringatan bagi seluruh alam”. (QS. at-Takwir [81]: 27; Yusuf [12]: 104; Shad [38]: 38; al-An’am [6]: 90).

Jelas sudah, rangkaian ayat tersebut menjadi dalil bagi kebenaran tentang naskh ajaran-ajaran sebelumnya serta seruan menerima Islam dan Al-Quran. Sebab, jika sekelompok manusia dikecualikan dari generalisasi dan kemutlakan ini, atau dibebaskan entah menerima atau menolak Al-Quran dengan tetap berpedoman pada kitab suci agamanya, maka sifat kesempurnaan Al-Quran seperti: penuntun umum dan bukti mutlak, akan menjadi absurd. Predikat furqon (pemisah kebenaran vis-a-vis kebatilan) baginya akan berlaku khusus pada kondisi tertentu. Sementara, pengkhususan dan pembatasan ayat-ayat di atas tak hanya bertentangan dengan makna lahiriah ayat, bahkan bertolak belakang dengan teksnya (nash). Dengan kata lain, ketegasan teks ayat-ayat itu menolak pengkhususan, pembatasan dan pengecualian.

Dan peringatan pengutusan Kanjeng Nabi Saw adalah usaha mendalami ajaran-ajaran dan kembali kepada Islam. Semua masyarakat harus kembali ke jalan Kanjeng Nabi Saw untuk menyingkirkan berhala-berhala dalam diri dan menolak segenap hegemoni.