Cinta Nabi sebagai Teladan Umat
Al-Qur’an memerintahkan kaum Muslim untuk mengikuti Rasulullah saw sebagai teladan sempurna:
“Dan ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. al-A‘raf: 158)
“Sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian.” (QS. al-Ahzab: 21)
Nabi saw secara nyata, terbuka, dan berulang kali mengekspresikan cintanya kepada Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain. Cinta ini bukan cinta personal karena hubungan keluarga semata, melainkan cinta karena keutamaan spiritual, moral, dan ideologis mereka.
Rasulullah saw bersabda: “Fatimah adalah bagian dari diriku. Siapa yang menyakitinya, maka ia telah menyakitiku.” (Shahih al-Bukhari dan Muslim)
Jika Nabi mencintai Ali dan Ahlulbait karena mereka adalah figur teladan, maka mencintai mereka menjadi kewajiban umat, bukan pilihan emosional.