Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Sukses Rajab Demi Syaban dan Ramadan (1)

0 Pendapat 00.0 / 5

Riwayat Seputar Bulan Rajab

کان رسول الله اذا جاء شهر رجب جمع المسلمون حوله و قام فیهم خطیبا فحمد الله و اثنی و ذکر من کان قبله من الانبیاء فصلی علیهم ثم قال ایها المسلمون قد اظلکم شهر عظیم مبارک و هو شهر الاصب یصب فیه الرحمه علی من عبده الا عبدا مشرکا او مظهر بدعه فی الاسلام، الا ان فی شهر رجب لیله من حرم النوم علی نفسه و قام فیها حرّم الله جسده علی النار، و صافحه سبعون الف ملک و یستغفرون له الی یوم مثله، فان عاد عادت الملئکه ثم قال من صام یوما واحدا من شهر رجب اومن من الفزع الاکبر و اجیر من النار.

Dinukil dari Abdullah bin Abbas; karena bulan rajab telah tiba, kaum muslimin berkumpul sekitar Nabi saw dan Nabi setelah menyampaikan pujian dan syukur kehadirat Allah swt dan mengenang para nabi terdahulu, dia bersabda:

“Wahai kaum muslimin! Bulan agung dan penuh berkah akan datang menyelimuti kalian dan bulan tersebut adalah curahan yang mana rahmat Allah akan tercurah dan meliputi siapa saja yang menyembah dan beribadah kepadanya kecuali dia adalah seorang yang musyrik atau seorang yang membuat bid’ah di dalam Islam. Sesunggguhnya dalam bulan Rajab ada sebuah amalan yang jika seseorang menghidupkan malam tersebut dan mendirikan salat pada malam tersebut, Allah swt akan mengharamkan jasadnya dari api neraka dan seribu malaikat akan menyalaminya dan seribu malaikat akan memintakan ampunan untuknya sampai kelak datang malam seperti itu. kemudian bersabda: Barang siapa yang berpuasa satu hari di Bulan Rajab, dia akan selamat dan aman dari ketakutan hari kiamat dan akan terselamatkan dari api neraka.[1]

Bulan Rajab kembali menyapa kita, membisikkan bahwa sebentar lagi bulan sya’ban dan ramadan pun akan datang. Bulan rajab bulan yang agung dimana makna dari rajab itu sendiri adalah keagungan dan kebesaran.

Bulan Rajab Adalah Bulan Penyiapan Diri

Bulan Rajab, syaban dan bulan Ramadan adalah sarana bagi umat manusia untuk merestart tubuh setelah berbulan-bulan diajak bekerja keras. Pada bulan-bulan ini kita diajarkan untuk memenuhi nutrisi ruhani kita. Dengan memperbanyak shalawat atau istighfar sembari melakukan berbagai kegiatan kita sehari-hari. Hal ini pun dilakukan secara perlahan sehingga ruhani manusia tidak kaget, pada bulan rajab disunahkan berpuasa, pada bulan sya’ban pun sama, itu semua adalah latihan sehingga ketika sampai pada bulan ramadan tubuh dan ruhani manusia sudah memiliki kesiapan lebih baik, waktu menjalani ibadah puasa dan ibadah lain dibulan ramadan pun menjadi lebih mudah dan bisa lebih maksimal.

Bersambung...