Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Wasiat Imam Ali kepada Putranya Al-Hasan: Bahaya Hawa Nafsu dan Tipuan Dunia

0 Pendapat 00.0 / 5

Imam Ali as dengan tegas menyatakan bahwa salah satu alasan beliau bersegera menulis wasiat adalah kekhawatiran bahwa hawa nafsu dan tipu daya dunia lebih dahulu menguasai jiwa sang anak. Dalam Nahjul Balaghah disebutkan:

“Aku bersegera menuliskan wasiat ini sebelum hawa nafsu dan tipu daya dunia mendahuluinya, sehingga engkau menjadi seperti unta pembangkang.”

Perumpamaan “unta pembangkang” menggambarkan jiwa yang telah kehilangan kendali: tidak mau mendengar, menolak kebenaran, dan lari dari nasihat. Hal ini sejalan dengan sabda Imam Ali as yang lain:

“Barang siapa mengikuti hawa nafsunya, ia akan tersesat dan binasa.”
(Ghurar al-Hikam, no. 7462)

Islam memandang hawa nafsu bukan sekadar dorongan alami, tetapi potensi destruktif jika tidak dikendalikan oleh akal dan wahyu. Karena itu, pendidikan moral harus mendahului kenikmatan duniawi.