Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imamah dan Kepemimpinan Ilahi Imam al-Mahdi

0 Pendapat 00.0 / 5

Banyaknya saksi mata dan konsistensi riwayat tentang kelahiran Imam Mahdi as menunjukkan bahwa polemik seputar kelahirannya bukanlah persoalan ilmiah, melainkan akibat ketidaktahuan atau kepentingan ideologis. Sejarah membuktikan bahwa bumi tidak pernah kosong dari hujjah Allah, dan imamah tidak pernah diserahkan kepada musyawarah manusia semata. (I‘lam al-Wara’, hlm. 395; Yanabi‘ al-Mawaddah, juz 3, hlm. 124)

Tanpa kepemimpinan ilahi, manusia akan terjebak dalam ambisi, perebutan kekuasaan, dan kekacauan nilai. Karena itu, kelahiran Imam Mahdi as adalah jaminan keberlangsungan hidayah Ilahi bagi umat manusia hingga hari kiamat.

Penutup

Kelahiran Imam al-Mahdi as merupakan kebenaran historis yang ditopang oleh puluhan saksi, ratusan riwayat, dan literatur klasik Syiah yang otoritatif. Menafikan kelahirannya berarti menafikan sistem imamah yang telah ditegakkan Rasulullah saw. Sementara menanti kemunculannya dengan kesadaran, kesiapan moral, dan komitmen terhadap keadilan adalah tugas ideologis setiap pecinta Ahlulbait as.