Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Dialog Rasulullah saw dengan Alim Yahudi tentang Syariat dan Keutamaan Ahlulbait (1)

0 Pendapat 00.0 / 5

Salah seorang dari mereka yang paling berilmu kemudian berkata, “Aku akan bertanya kepadamu tentang sepuluh perkara yang hanya diketahui oleh seorang nabi atau malaikat.”

Rasulullah saw mempersilakannya.

Pertanyaan pertama menyentuh kalimat-kalimat pilihan Allah untuk Nabi Ibrahim as. Rasulullah saw menjawab bahwa kalimat itu adalah subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah, dan Allahu akbar. Ka‘bah dibangun atas empat kalimat ini dan dinamakan Ka‘bah karena ia berada di pertengahan dunia. Rasulullah saw kemudian menjelaskan makna setiap kalimat tersebut: tasbih sebagai pensucian Allah dari kedustaan manusia, tahmid sebagai pujian Allah sebelum hamba-hamba-Nya bersyukur, tauhid sebagai syarat diterimanya amal, dan takbir sebagai pengakuan bahwa tiada yang lebih agung dari Allah.

Beliau menjelaskan pula ganjaran setiap kalimat: tasbih diiringi tasbih para malaikat, tahmid sebagai kunci nikmat dunia dan akhirat, tauhid sebagai jalan menuju surga, dan takbir sebagai pembuka salat dan nama Allah yang paling mulia.

Pertanyaan berikutnya menyangkut nama-nama Rasulullah saw: Muhammad, Ahmad, Abul Qasim, Basyir, Nadzir, dan Da‘i. Rasulullah saw menjelaskan bahwa Muhammad adalah karena beliau terpuji di bumi, Ahmad karena terpuji di langit, Abul Qasim karena Allah membagi manusia di hari kiamat melalui beliau, Da‘i karena menyeru kepada agama Allah, Nadzir karena memberi peringatan, dan Basyir karena membawa kabar gembira surga.