Dialog Rasulullah saw dengan Alim Yahudi tentang Syariat dan Keutamaan Ahlulbait(3)
Kemudian ditanyakan tentang mandi junub. Rasulullah saw menjelaskan bahwa air mani mengalir ke seluruh tubuh, sehingga mandi diwajibkan hingga hari kiamat. Sedangkan kencing dan buang air besar cukup dengan wudhu. Mandi junub dari yang halal diganjar rumah di surga untuk setiap tetes air.
Mengingat kematian bukanlah sikap pasif atau pesimistis, melainkan puncak kesadaran moral. Orang yang sadar akan kematian tidak akan mudah tunduk pada kezaliman, tidak akan menjual kebenaran demi kenyamanan, dan tidak akan diam ketika keadilan diinjak-injak.
Penutup
Hadis ini diriwayatkan oleh Sayyid Fadhullah ar-Rawandi dalam Madinah al-Balaghah, dengan sanad kepada Imam Musa bin Ja‘far al-Kazhim as, dari ayah-ayah beliau as, dari Rasulullah saw. Hadis ini dinilai hasan dan sahih, serta diriwayatkan dalam beberapa redaksi yang saling menguatkan.
Bagi umat yang mengaku setia kepada Rasulullah saw dan Ahlulbait as, hadis ini bukan sekadar bacaan moral, melainkan cermin dan peringatan. Ia menuntut keberpihakan yang jelas: berpihak pada keadilan atau larut dalam kerusakan. Sebab dalam sejarah, yang paling berbahaya bukan hanya kezaliman, tetapi masyarakat yang terbiasa hidup berdampingan dengannya.