Pidato Rasulullah Saw tentang Kematian Seorang Mukmin dan Pecinta Dunia
Kematian adalah kepastian yang paling dekat, namun paling sering diingkari. Ia tidak menunggu kesiapan, tidak menunda karena kekuasaan, dan tidak terhalang oleh kekayaan. Dalam sebuah pidato yang diriwayatkan dari Amirul Mukminin as, Rasulullah saw mengingatkan umatnya dengan peringatan yang diulang dua kali—seakan ingin mengguncang kelalaian manusia:
“Wahai manusia, waspadailah kematian, waspadailah kematian. Bergegaslah, bergegaslah. Sungguh tidak ada lagi kesempatan untuk kembali—apakah menuju kebahagiaan atau kesengsaraan.”
Pengulangan ini bukan retorika kosong. Ia adalah alarm ruhani. Rasulullah saw ingin menanamkan kesadaran bahwa kematian bukan akhir, melainkan pintu. Pintu itu terbuka menuju dua arah: kebahagiaan abadi atau kesengsaraan tanpa akhir.