Kematian: Berkah bagi Ahli Akhirat, Celaka bagi Ahli Dunia
Dalam riwayat lain yang tercantum dalam al-Kāfī, Rasulullah saw menjelaskan dengan lebih terang:
“Kematian datang membawa kemudahan, kelapangan, dan kepulangan yang penuh berkah ke surga yang tinggi bagi ahli akhirat, yang usaha dan hasrat mereka tertuju kepadanya. Sementara kematian datang membawa kesengsaraan, penyesalan, dan kepulangan yang merugi menuju neraka yang sangat panas bagi ahli dunia, yang usaha dan hasrat mereka hanya tertuju padanya.”
Di sini garis pemisah ditegaskan. Dunia bukan tercela karena keberadaannya, tetapi karena ketika ia menjadi tujuan akhir. Ahli akhirat memanfaatkan dunia sebagai ladang; ahli dunia menjadikannya sebagai rumah terakhir. Perbedaan orientasi inilah yang menentukan makna kematian.
Bagi Mukmin sejati, kematian adalah kepulangan. Bagi pecinta dunia, kematian adalah perampasan.