Menghadirkan Akhirat di Tengah Dunia
Rasulullah saw menekankan agar Muadz memendekkan angan-angan, memperkuat iman, memahami Al-Qur’an, mengingat akhirat, dan banyak mengingat mati.
Angan-angan panjang adalah penyakit peradaban. Ia membuat manusia menunda tobat, menunda amal, menunda perubahan. Sementara kematian tidak pernah menunda kedatangannya.
Beliau bersabda:
“Perbaharuilah tobat untuk setiap dosa—yang tersembunyi dengan tobat tersembunyi, dan yang terang-terangan dengan tobat terang-terangan.”
Ini adalah pendidikan kejujuran spiritual. Tidak ada ruang bagi kepura-puraan di hadapan Allah.