Kesadaran Akhirat: Mematahkan Panjang Angan-Angan
Rasulullah saw berulang kali mengingatkan Abu Dzar tentang kematian dan kefanaan dunia. “Hiduplah di dunia seperti orang asing atau pengembara,” sabda beliau. Dunia adalah penjara bagi mukmin dan surga bagi orang kafir.
Beliau mengingatkan agar memanfaatkan lima sebelum lima: masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati. Wasiat ini adalah tamparan bagi budaya menunda kebaikan.
Semoga kita termasuk yang mampu menjaga wasiat langit itu—bukan sekadar membacanya, tetapi menghidupkannya dalam diri dan masyarakat.
Beliau juga menegaskan bahwa dua nikmat sering dilupakan: kesehatan dan waktu luang. Dalam konteks zaman kini—di mana distraksi digital menyita hari-hari kita—pesan ini semakin relevan. Waktu adalah ladang akhirat. Siapa yang menanam kebaikan, ia akan menuai kebahagiaan; siapa yang menanam keburukan, ia akan memetik penyesalan.