Awal Kisah Sayyidah Khadijah: Dari Kejayaan Duniawi Menuju Keimanan Teguh
Sayyidah Khadijah lahir di tengah masyarakat Makkah pra-Islam yang penuh dengan tradisi jahiliyah. Di kalangan tersebut, perempuan sering dipandang sekadar sebagai komoditas sosial, diwajibkan mengikuti kehendak keluarga bahkan terkadang diabaikan hak-hak dasarnya. Di tengah masyarakat seperti itu, Khadijah muncul bukan sebagai sosok yang lemah atau tunduk, tetapi sebagai pedagang ulung yang mengelola jaringan bisnis besar dan dihormati — sampai dijuluki Sayyidat Quraysh (Putri Quraisy).
Tetapi langkah penting dalam perjalanan hidupnya bukanlah kekayaan atau status sosial, melainkan pertemuan dengan Nabi Muhammad ﷺ ketika beliau menjadi salah satu pedagang yang bekerja untuknya. Dari sinilah tumbuh bukan hanya cinta pribadi, tetapi juga keterikatan spiritual yang kemudian menjadi pondasi bagi penegakan ajaran Islam.