Kesyahidan Imam Hasan
Muawiyah sangat menyadari bahwa keberadaan Imam Hasan tetap menjadi ancaman bagi kekuasaannya. Meski telah menyingkir dari panggung politik, Imam Hasan tetap menjadi simbol kesadaran umat.
Karena itu, berbagai upaya pembunuhan dilakukan secara rahasia. Pada akhirnya, Imam Hasan diracun oleh musuh-musuhnya, dan beliau mencapai kesyahidan pada tahun 50 Hijriah.
Dengan kesyahidan itu, Imam Hasan mempersembahkan jihad agung yang tidak selalu dilakukan dengan pedang, tetapi dengan kesabaran, hikmah, dan pengorbanan.
Salam atas Imam Hasan al-Mujtaba pada hari kelahirannya, pada hari kesyahidannya, dan pada hari ketika ia dibangkitkan kembali.
Warisan perjuangannya tetap hidup dalam sejarah Islam sebagai teladan tentang bagaimana menjaga agama di tengah badai fitnah, dengan kebijaksanaan yang melampaui zamannya.