Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Kisah-Kisah Akhlak Mulia yang Membangun Jiwa: Tangan yang Memasak untuk Tamu yang Tidak Dikenal

0 Pendapat 00.0 / 5

Seorang penjual sayur dari daerah miskin di pinggiran Teheran pernah menceritakan pengalaman yang tidak ia lupakan seumur hidupnya. Ia datang ke kantor pemerintah untuk mengurus masalah izin usahanya yang berlarut-larut. Tanpa ia duga, ia dipertemukan langsung dengan pemimpin yang sedang berkunjung ke gedung tersebut.  Yang lebih mengejutkan: saat jam makan siang tiba, orang di sekitar pemimpin menyiapkan makanan. Tamu dari daerah itu pun diajak makan bersama. Dan Khamenei — dengan tangannya sendiri — menuangkan sup ke dalam mangkuk sang pedagang, dan mempersilakannya makan lebih dulu. “Makan dulu, setelah itu kita bicara urusanmu,”  

kata pemimpin itu dengan nada bapak yang merawat anaknya. Pedagang itu menangis sepanjang perjalanan pulang — bukan karena urusannya selesai, tapi karena merasa dilihat sebagai manusia oleh orang yang paling berkuasa di negerinya.

Khamenei dibesarkan oleh ayah yang diajarkan: “Tamu adalah anugerah, bukan beban.” Nilai itu ia bawa seumur hidup. Bahwa tangan yang paling mulia bukan tangan yang menerima penghormatan, melainkan tangan yang melayani.