Kisah-Kisah Akhlak Mulia yang Membangun Jiwa: Malam-Malam Tanpa Tidur: Ia Berdoa untuk Orang Lain
Orang-orang yang pernah tinggal seatap dengan Khamenei dalam perjalanan resmi mencatat: pemimpin itu kerap bangun jauh sebelum fajar. Bukan untuk rapat darurat. Bukan untuk membaca laporan intelijen. Tapi untuk shalat dan berdoa — dalam keheningan, ketika semua orang tidur.
Yang menyentuh bukan hanya kebiasaan doanya. Yang menyentuh adalah isinya. Menurut orang-orang terdekatnya, ia sering berdoa menyebutkan nama-nama orang yang ia kenal sedang dalam kesulitan: nama prajurit yang terluka, nama keluarga yang kehilangan anak, nama masyarakat di daerah yang baru saja dilanda bencana.
Dalam tradisi Islam Syiah, doa untuk orang lain disebut doa ghaib — mendoakan yang tidak hadir. Khamenei mempraktikkannya dengan sungguh-sungguh. Ia percaya bahwa memimpin bukan hanya soal kebijakan dan strategi. Memimpin juga soal menanggung beban orang lain di dalam hati, membawanya ke hadapan Allah di saat paling sunyi.
Malam-malam itu tidak ada yang tahu. Tapi bekasnya ada di wajahnya yang selalu tenang di siang hari — ketenangan orang yang sudah meletakkan bebannya kepada Yang Maha Besar.