Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Kisah-Kisah Akhlak Mulia yang Membangun Jiwa: Satu Kursi yang Selalu Kosong: Filosofi Kesederhanaan

0 Pendapat 00.0 / 5

Di kantor kerjanya, di antara semua kursi yang tersedia, ada satu kursi di pojok yang tidak pernah diduduki orang lain. Bukan karena dilarang. Tapi karena itu adalah kursi di mana ia biasa meletakkan buku yang sedang ia baca — dan semua orang tahu itu adalah wilayah pribadinya yang tidak diganggu. 

Kantor itu sendiri menggambarkan orangnya: tidak ada ornamen emas berlebihan, tidak ada meja besar yang menunjukkan kekuasaan. Buku-buku tertumpuk di mana-mana. Catatan tangan terserak di atas meja. Sebuah tasbih tergantung di sudut. 

Filosofi kesederhanaan yang ia ajarkan kepada anak-anaknya pun sama. Menurut cerita orang-orang yang dekat dengan keluarganya, anak-anak Khamenei tumbuh tanpa kemewahan yang berlebihan. Mereka belajar di sekolah biasa, naik kendaraan biasa, dan tidak diperbolehkan menggunakan nama ayah mereka untuk mendapat keistimewaan. 

“Nama keluarga adalah tanggung jawab, bukan tiket,” katanya sekali kepada putranya. Filosofi itu ia hidupi sendiri — dan ia wariskan.