Kisah-Kisah Akhlak Mulia yang Membangun Jiwa: Cara Ia Merawat Persaudaraan di Antara yang Berselisih
Dua tokoh senior pernah berselisih keras dalam sebuah pertemuan penting — berbeda pendapat soal kebijakan, dan perdebatan itu meninggalkan suasana tegang yang berlangsung berhari-hari. Keduanya adalah orang-orang yang diperlukan oleh gerakan, tapi hubungan mereka retak.
Khamenei memanggil keduanya — bukan sekaligus, tapi bergantian. Kepada yang satu ia berkata: “Kamu tidak harus setuju dengannya. Tapi kamu harus menghormatinya.” Kepada yang lain ia berkata hal yang sama. Kemudian ia mengundang keduanya makan malam bersama, tanpa agenda, tanpa topik serius — hanya makan.
Di meja makan itu, tidak ada resolusi formal. Tidak ada pernyataan rekonsiliasi. Hanya roti, sup, dan orang-orang yang duduk satu meja. Setelah itu, menurut orang-orang yang mengetahuinya, hubungan keduanya perlahan pulih.
Khamenei percaya bahwa persaudaraan tidak bisa dipaksa dengan keputusan. Ia harus dirawat dengan momen-momen kecil yang manusiawi: makan bersama, mendengar bersama, diam bersama. Ia adalah arsitek persaudaraan yang bekerja diam-diam.