Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Berdebatlah dengan orang yang berakal 2

0 Pendapat 00.0 / 5

Ketika ia tiba dan mendapati Imam sedang melakukan ṭawaf di Ka‘bah, ia mendekat lalu memberi salam. 

Imam bertanya kepadanya: “Siapa namamu?” 

Ia menjawab: “Abdul Malik.” 

Imam bertanya lagi: “Apa kunyah-mu (julukan yang diawali dengan kata Abu atau Ummu yang biasanya diambil dari nama anak tertua_pen)?” 

Ia menjawab: “Abu Abdullah/Bapaknya Abdullah.” 

Maka Imam Ja‘far ash Shadiq as. bersabda: “Siapakah raja (Malik) yang engkau sebagai hamba-Nya itu? Apakah ia termasuk raja di bumi, atau raja di langit? Dan beritahukan kepadaku tentang anakmu: Apakah dia hamba Tuhan langit, atau hamba Tuhan bumi?” 

Orang itu terdiam. 
Imam berkata: “Jawablah!” tetapi ia tetap diam. 
Maka Imam bersabda: “Jika aku telah selesai ṭawaf, datanglah kepadaku.” 

Ketika Imam telah selesai ṭawaf, orang zindiq itu datang dan duduk di hadapan beliau, sementara kami berkumpul di sekitarnya.
Lalu Imam Ja‘far ash Shadiq as. bertanya kepadanya: “Apakah engkau tahu bahwa bumi ini memiliki bagian bawah dan atas?”
Ia menjawab: “Ya.”
Imam bertanya: “Apakah engkau pernah masuk ke bagian bawahnya?”
Ia menjawab: “Tidak.”
Imam bertanya: “Apakah engkau tahu apa yang ada di bawahnya?”
Ia menjawab: “Aku tidak tahu, kecuali aku berprasangka bahwa tidak ada apa-apa di bawahnya.”
Imam bersabda: “Prasangka adalah kelemahan selama belum ada keyakinan.”
Kemudian Imam bertanya lagi: “Apakah engkau pernah naik ke langit?”
Ia menjawab: “Tidak.”
Imam bertanya: “Apakah engkau tahu apa yang ada di sana?”