Dalil Tersirat Memperingati dan Mengadakan Majelis-Majelis Ahlul Bait as 2
Perintah untuk menambah kecintaan kepada Imam ‘Ali as sangat jelas baik dari sisi redaksi maupun kandungan maknanya. Ia mengandung pesan bahwa cinta kepada beliau bukanlah keadaan yang statis, melainkan sebuah perjalanan ruhani yang harus terus bertumbuh.
Karena seluruh Ahlul Bait as merupakan satu mata rantai cahaya petunjuk yang tidak terpisahkan, maka semangat menambah kecintaan kepada Imam ‘Ali as juga berlaku terhadap Sayyidah Fathimah al-Zahra’ as, Imam Hasan al-Mujtaba as, Imam Husain as, dan para imam suci dari keturunan beliau as. Kecintaan kepada mereka adalah bagian inti dari keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Di sinilah kita dapat memahami salah satu hikmah dan landasan tersirat dari adanya majelis-majelis Ahlul Bait as. Ketika kaum muslimin berkumpul untuk mengenang kehidupan mereka, mempelajari ilmu dan akhlak mereka, mendengarkan keutamaan-keutamaan mereka, melantunkan shalawat, meneteskan air mata atas musibah mereka, atau mengekspresikan syukur dan kegembiraan atas hari-hari kelahiran mereka, sesungguhnya semua itu merupakan sarana untuk menambah kecintaan sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.
Bagaimana mungkin kecintaan itu benar-benar bertambah jika sosok yang dicintai tidak disebut-sebut dalam keseharian? Bagaimana mungkin cinta itu tumbuh jika perjalanan hidup, ilmu, perjuangan, dan pengorbanan mereka tidak dikenang dan dipelajari?