Dalil Tersirat Memperingati dan Mengadakan Majelis-Majelis Ahlul Bait as 3
Bagaimana mungkin kecintaan itu bertambah jika kita tidak berusaha menghubungkan batin dan mendrkatkan diri kita terus menerus kepada sosok yang dicintai melalui berbagai ungkap cinta dan perkhidmatan?
Mungkinkah kecintaan itu bertambah jika kita tidak berupaya menghadirkan pengorbanan dan persembahan cinta terus menerus demi sosok yang dicintai?
Mungkinkah kecintaan itu bertambah jika kita tidak menghadirkan pengorbanan demi mereka, walaupun hanya berupa waktu yang kita sisihkan untuk menghadiri majelis mereka, tenaga yang kita curahkan untuk melayani para pecinta mereka, atau harta yang kita infakkan untuk menghidupkan syiar-syiar mereka?
Mungkinkah kecintaan itu bertambah bila hal-hal yang berkaitan dengan mereka tidak menjadi fokus perhatian dalam kehidupan kita?
Lebih dari itu, adakah kecintaan itu bertambah bila seorang pecinta tidak berusaha menyesuaikan orientasi hidupnya, akhlaknya, lisannya, perilakunya, dan cita-citanya dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh sosok yang dicintainya?
Oleh karena itu, memperingati hari-hari yang berkaitan dengan Ahlul Bait as, mengadakan majelis-majelis mereka, menyebut keutamaan mereka, mengenang perjuangan mereka, bersedih atas kesedihan mereka, bergembira atas kegembiraan mereka dan menghidupkan syiar-syiar mereka bukanlah sesuatu yang asing dari ajaran Islam. Semua itu merupakan manifestasi dari upaya menambah kecintaan kepada mereka sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.
Tidakkah kita berpikir?
Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat dan diluaskan berkahnya. Mohon menyertakan kami dalam amalan dan doa. Terima kasih banyak. Shalawat
Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala Sayyidina Muhammad wa Aali Sayyidina Muhammad wa ‘ajjil farajahum…