CARA MEMBACA ‘ASYURA MILIK RAHBAR 2
Bagian 1.3. Sejarah sebagai Model yang Dapat Diuji
Ciri ketiga adalah cara memperlakukan sejarah. Khamenei membaca masa lalu sebagai model. Ia menolak masuk ke perdebatan teologis dan memilih analisis.
“Saya tidak ingin masuk ke perdebatan teologis di sini. Saya hanya ingin menganalisis sejarah, dan Anda pun seharusnya menganalisisnya.”⁴
Lebih jauh, ia menarik masa lalu ke masa kini. Sejarah, baginya, bukan tentang orang lain. Sejarah adalah cermin bagi pembaca.
“Sejarah berarti Anda dan saya; ia berarti mereka yang hadir hari ini. Jika kita yang menyajikan dan menjelaskan sejarah, hendaklah masing-masing kita menimbang posisinya dalam kisah ini.”⁵
Maka ia mendesak generasi muda agar “Saya selalu mengatakan kepada para pemuda serta mahasiswa universitas dan pelajar seminari untuk menanggapi sejarah dengan serius dan merenungkannya.”⁶ Pendekatan ini bersifat komparatif. Masa lalu dan masa kini dibandingkan untuk menguji pola yang sama. Dengan begitu, klaim buku ini dapat dinilai, bukan hanya diimani. Tiga ciri di atas, yaitu prioritas pada analisis kausal, standar bukti lintas mazhab, dan sejarah sebagai model yang dapat diuji, akan kita pakai sebagai alat baca pada bab-bab berikut.