Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

ASYURA SEBAGAI HUKUM SEJARAH: Uji Konsistensi Internal

0 Pendapat 00.0 / 5

Benang merah ini harus diuji, bukan hanya disajikan. Uji pertama adalah konsistensi internal. Apakah klaim-klaim buku saling menopang, ataukah saling bertabrakan?

Klaim bahwa kekuasaan dan syahid hanyalah akibat terbukti konsisten dengan bukti yang dipakai buku. Khamenei tidak menyandarkannya pada penafsiran bebas, melainkan pada ucapan al-Husain tentang perbaikan. Bukti internal mendukung klaim. Pada titik ini argumen kukuh.

Uji kedua menyangkut sebuah ketegangan yang tampak. Di satu sisi buku menyatakan massa mengikuti elite, sehingga tanggung jawab seolah terpusat pada elite. Di sisi lain buku menuntut setiap individu menilai dirinya sendiri. Apakah ini kontradiksi? Tidak. Buku menyelesaikannya melalui tipologi yang melampaui kelas. Karena elite dan massa ditentukan oleh basirah, bukan oleh gelar, maka setiap orang berpeluang menjadi elite. Tanggung jawab pun menjadi universal. Khamenei menegaskannya dengan keras.

“Jangan salahkan aku, tetapi salahkanlah dirimu sendiri.”⁶⁹

Tuntutan ini diperkuat dengan seruan agar setiap orang menghancurkan berhala dalam dirinya, yaitu bahwa “Kita harus tunduk kepada Allah dan menghancurkan berhala yang bersemayam di dalam diri masing-masing kita.”⁷⁰ Dengan demikian ketegangan itu terselesaikan secara internal. Benang merah lolos uji konsistensi.