Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Akhlak & Doa

Sebuah Seruan Hening: Menjadi Penuntut Ilmu Sejati

Sebuah Seruan Hening: Menjadi Penuntut Ilmu Sejati

Di era ketika informasi mengalir deras, namun kebijaksanaan sering terpinggirkan, kita diingatkan untuk melampaui sekadar mengetahui untuk benar-benar mengerti, merenungi, dan mengamalkan. Gelar atau status bukanlah tujuan akhir, melainkan nilai yang tumbuh dalam kesadaran dan ketekunan.  

Baca Yang lain

Salat, Tangis, dan Kedekatan dengan Allah

Salat, Tangis, dan Kedekatan dengan Allah Rasulullah saw menjadikan salat sebagai penyejuk matanya. Dalam salat, seorang mukmin mengetuk pintu Raja Diraja. Selama ia mengetuk, pintu akan dibukakan.  

Baca Yang lain

Dosa dan Istighfar

Dosa dan Istighfar “Sesungguhnya dosa akan mengkhianati dan membakar pelakunya, dan tidak ada yang dapat memadamkannya kecuali istighfar.”  

Baca Yang lain

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (4)

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (4) Keistimewaan terbesar Nisfu Sya‘ban adalah kelahiran Imam Mahdi aj, hujjah Allah dan pewaris seluruh proyek kenabian. Malam ini bukan sekadar perayaan kelahiran, tetapi pembaruan kesadaran penantian.  

Baca Yang lain

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (3)

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (3) Sebagian ulama menyebut Nisfu Sya‘ban sebagai “Lailatul Qadr kecil”. Pernyataan ini tidak bersifat fikih, melainkan spiritual: Nisfu Sya‘ban adalah malam penyiapan jiwa sebelum Ramadhan. Jika Lailatul Qadr adalah malam penentuan takdir, maka Nisfu Sya‘ban adalah malam:

Baca Yang lain

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (2)

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (2) Dalam amalan-amalan malam Nisfu Sya‘ban—sebagaimana termaktub dalam risalah Amalan Malam Nisfu Sya‘ban—terlihat bahwa struktur doanya panjang, mendalam, dan reflektif. Doa-doa tersebut membimbing manusia untuk:  

Baca Yang lain

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (1)

Keutamaan Malam Nisfu Sya‘ban: Malam Munajat, Wilayat, dan Kebangkitan Jiwa (1) Lebih dari itu, kelahiran Imam Mahdi aj pada malam ini menjadikan Nisfu Sya‘ban sebagai malam harapan dan perlawanan terhadap kezaliman. Menanti Imam bukan sikap pasif, melainkan kesiapan moral dan keberpihakan pada keadilan. Karena itu, menghidupkan Nisfu Sya‘ban berarti menghidupkan jiwa: menjadikan doa sebagai energi perubahan dan wilayat sebagai arah hidup.

Baca Yang lain

Selarik Doa Rajab yang Menghantarkan pada Maqam Mulia

Selarik Doa Rajab yang Menghantarkan pada Maqam Mulia Dalam doa harian Rajab, kita diperintahkan memohon kepada Allah dengan redaksi yang penuh makna:  اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ صَبْرَ الشَّاكِرِينَ لَكَ  Allahumma innī as’aluka ṣabra ash-shākirīna laka.  “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kesabaran orang-orang yang bersyukur kepada-Mu.” 

Baca Yang lain

Doa Memohon ‘Afiyah

Doa Memohon ‘Afiyah Bismillahirrahmanirrahim  Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad wa ‘ajjil farajahum (3x)  Ya Allah, wahai Pemilik ‘afiyah, Penganugerah ‘afiyah, Pemberi rezeki berupa ‘afiyah, Yang melimpahkan ‘afiyah, Yang menganugerahkan ‘afiyah kepada kami dan kepada seluruh makhluk-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat serta Maha Penyayang pada keduanya. 

Baca Yang lain

Sukses Rajab Demi Syaban dan Ramadan (2)

Sukses Rajab Demi Syaban dan Ramadan (2) Bulan Rajab bisa kita jadikan sebagai media untuk menyiapkan lahan batin kita, membersihkan kotoran yang mengotori kalbu kita, merubah kebiasaan buruk yang masih kita miliki, memperbaiki kerusakan jika ada kerusakan sehingga kita bisa menyambut bulan ramadan dengan lebih siap.

Baca Yang lain

Sukses Rajab Demi Syaban dan Ramadan (1)

Sukses Rajab Demi Syaban dan Ramadan (1) “Wahai kaum muslimin! Bulan agung dan penuh berkah akan datang menyelimuti kalian dan bulan tersebut adalah curahan yang mana rahmat Allah akan tercurah dan meliputi siapa saja yang menyembah dan beribadah kepadanya kecuali dia adalah seorang yang musyrik atau seorang yang membuat bid’ah di dalam Islam. Sesunggguhnya dalam bulan Rajab ada sebuah amalan yang jika seseorang menghidupkan malam tersebut dan mendirikan salat pada malam tersebut, Allah swt akan mengharamkan jasadnya dari api neraka dan seribu malaikat akan menyalaminya dan seribu malaikat akan memintakan ampunan untuknya sampai kelak datang malam seperti itu.

Baca Yang lain

Mengapa Lailatul Raghāib disebut "Malam Harapan"? (2)

Mengapa Lailatul Raghāib disebut Salah satu amalan istimewa di malam ini adalah berpuasa di siang hari. Puasa adalah salah satu amalan istimewa di bulan Rajab, yang banyak keutamaannya telah dikaitkan dengannya. Telah diriwayatkan dalam hadits bahwa jika seseorang berpuasa hanya satu hari di bulan Rajab yang diberkahi, karena iman dan semata-mata untuk mencari keridhaan Allah, ia akan layak mendapatkan keridhaan Allah yang tertinggi.  

Baca Yang lain

Pentingnya Berdoa Setelah Menunaikan Shalat Fardhu

Pentingnya Berdoa Setelah Menunaikan Shalat Fardhu Paling sedikitnya yang cukup bagimu dari doa seusai shalat fardhu adalah engkau berdoa: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari setiap kebaikan yang terliputi oleh Ilmu-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari setiap keburukan yang terliputi oleh Ilmu-Mu. Ya Allah aku memohon kepada-Mu afiyat-Mu dalam segala urusanku. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kehinaan dunia dan dan siksa akhirat.   

Baca Yang lain

Jangan Sekali-kali Kamu Mengandalkan Amal Ibadahamu!

Jangan Sekali-kali Kamu Mengandalkan Amal Ibadahamu! إرحم من رأس ماله الرجاء و سلاحه البكاء.  Ya Allah rahmati hamba yang Modal Utamanya hanya Raja’/pengharapan dan senjatanya hanya tangisan.  Lalu bagaimana dengan kita?! Apa yang bisa kita banggakan dan andalkan untuk keselamatan abadi kita di akhirat? Selain Rahmat dan Kemurahan Allah SWT.

Baca Yang lain

Doa Nabi bagi Penyampai Ilmu (2)

Doa Nabi bagi Penyampai Ilmu (2) Redaksi «نَضَّرَ اللَّهُ» dalam hadis bermakna doa agar seorang hamba memperoleh wajah yang berseri, cerah, dan bercahaya di dunia dan akhirat. Kecerahan itu bukan sekadar fisik, tetapi melambangkan identitas ruhani dan integritas moral yang terbangun karena menjaga dan menyampaikan ilmu.   

Baca Yang lain

Doa Nabi bagi Penyampai Ilmu (1)

Doa Nabi bagi Penyampai Ilmu (1) Salah satu dimensi penting dalam ajaran Islam adalah transmisi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama dari satu generasi ke generasi berikutnya. Proses ini bukan sekadar penyampaian teks, melainkan juga pewarisan makna, pemahaman, dan pengamalan. Di antara hadis yang menekankan hal ini adalah sabda Nabi Muhammad saw yang berbunyi:  نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثاً فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ، فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ

Baca Yang lain

Makna Shalawat

Makna Shalawat Jadi pada hakikatnya bershalawat itu adalah ikrar setia kita kepada Allah dan Nabi-Nya untuk tetap setia di jalan Agama-Nya. Semoga Allah selalu melimpahkan Shalawat dan Karunia-Nya kepada Baginda Nabi Mulia Muhammad dan Ahlulbait Suci beliau.

Baca Yang lain

Keutamaan Bershalawat Di Malam dan Hari Jum’at

Keutamaan Bershalawat Di Malam dan Hari Jum’at وَعَنْهُ (عَلَيْهِ السَّلَامُ) قَالَ: لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ لَيْلَةٌ غَرَّاءُ, وَيَوْمُهَا يَوْمٌ أَزْهَرُ, وَلَيْسَ عَلَى الْأَرْضِ يَوْمٌ تَغْرُبُ فِيهِ الشَّمْسُ أَكْثَرَ مُعْتَقًا فِيهِ مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ. Dan dari beliau as. juga bersabda: Malam Jumat adalah malam yang mulia, dan siangnya adalah hari yang cerah/bersinar. Tidak di bumi ini hari di mana matahari terbenam dengan lebih banyak orang yang dibebaskan dari neraka daripada hari Jumat.

Baca Yang lain

Jangan Pernah Putus Asa

Jangan Pernah Putus Asa Meski demikian, Islam tidak membiarkan seorang pendosa tenggelam dalam keputusasaan. Imam Ja’far Al-Shadiq menekankan pentingnya harapan dan optimisme. Allah adalah Dzat yang Maha Penyayang. Tidak ada dosa yang terlalu besar selama seorang hamba datang dengan tobat yang jujur dan niat untuk berubah.  

Baca Yang lain

Dosa-dosa yang Menutup Pintu Doa

Dosa-dosa yang Menutup Pintu Doa Tidak semua dosa berdampak sama. Beberapa jenis dosa disebut secara spesifik dalam hadis sebagai penghalang terkabulnya doa. Imam Ali Zainal Abidin a.s. menjelaskan: “Dosa yang bisa menolak doa dan membuat cuaca menjadi gelap ialah menyakiti hati kedua orangtua.” (Ma’ani al-Akhbar, hlm. 270)

Baca Yang lain