Ketika Kekuasaan di Tangan yang Salah 2
Ketika kekuasaan jatuh ke tangan orang yang keliru,
jangan heran jika kehormatan pun ikut jatuh bersamanya.
Ia tak tahu arah dan hanya bergerak serampangan,
jiwanya yang rusak membuat dunia ikut terbakar.
Orang-orang bodoh justru tampil sebagai pemimpin karena ketakutan,
sementara para bijak memilih menundukkan kepala, menyingkir dalam diam.
(Rumi, Masnawi, jilid 4, bait: 1447, 1448, 1452)
Bait ini terasa sangat relevan hari ini. Ketika ketakutan dan kebisingan menguasai ruang publik, kebijaksanaan justru tersingkir. Yang lantang dianggap layak memimpin, sementara yang jernih memilih diam demi keselamatan. Inilah awal kehancuran sosial yang digambarkan Rumi.