Prilaku Buruk Seorang Kakek dari Syam 2
Kakek itu pun tak henti-hentinya berkata kasar hingga mulutnya berbuih. Kedua tangannya gemetar karena menahan emosi.
Tak lama kemudian, Imam Hasan as berhenti berjalan. Beliau menatap tajam kakek itu. Tampak kakek itu ketakutan melihat tatapannya. Ia mengira Imam Hasan as akan membalas semua perilaku buruknya.
“Aku sangat membencimu dan ayahmu. Kalian semua pembohong. Kalian tidak suka menolong orang lain. Kalian tidak mengasihi orang-orang fakir dan miskin,” ucapnya lagi kasar.
Imam Hasan as diam bersabar dan tidak membalas perlakuan buruk kakek itu.
“Betapa sabarnya orang ini! Aku telah berkata kasar dan tidak sopan padanya, namun ia diam saja dan tidak memarahiku,” guman kakek itu.
Imam Hasan as memandangnya lembut dan berkata, “Kek, sepertinya engkau bukan penduduk asli sini. Engkau salah sangka tentangku, tapi aku telah memaafkanmu. Jika engkau perlu sesuatu, aku siap membantumu.”
Kakek itu terperangah kaget. Ia kagum atas perlakuan Imam Hasan as padanya. Imam Hasan as telah memperlakukannya dengan baik, padahal ia telah berlaku buruk padanya. Kemudian Imam Hasan as berjalan menghampiri kakek itu.