Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Wilayah dan Garis Kekhalifahan Ilahi

0 Pendapat 00.0 / 5

Wilayah bukan urusan perebutan kekuasaan setelah wafat Nabi. Wilayah menyangkut kesinambungan kekhalifahan Ilahi di muka bumi. Karena itu, Ghadir tidak berdiri terpisah dari kisah penciptaan Adam a.s,. Keduanya berada dalam satu garis yang sama. Penetapan manusia pilihan sebagai khalifah dan hujjah Allah di tengah kehidupan manusia.

Ketika Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 30, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi,” Al-Qur’an memperlihatkan bahwa kekhalifahan lahir dari penetapan Allah SWT, bukan dari kesepakatan manusia. Prinsip yang sama berlanjut dalam peristiwa Ghadir Khum. Pengangkatan Imam Ali a.s,. sebagai kelanjutan dari rangkaian hidayah Ilahi setelah berakhirnya kenabian.

Imamah melampaui urusan kepemimpinan sosial umat. Imamah berbicara tentang manusia yang memikul amanah Ilahi untuk menjaga agama dan membimbing manusia menuju kebenaran. Sebagaimana Adam a.s,. diajarkan al-asma’ oleh Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 31, maka Imam Ali a.s,. dipahami sebagai pewaris ilmu kenabian dan penjaga makna Al-Qur’an.

Khalifah bukan semata-mata sebagai penguasa yang mengatur kehidupan manusia. Khalifah adalah manusia pilihan yang memikul amanah Ilahi dalam menjaga arah kehidupan. Karena itu Imamah hadir sebagai kelanjutan dari fungsi kekhalifahan setelah berakhirnya kenabian.

Al-Qur’an bahkan memperlihatkan bahwa seorang nabi sekalipun memerlukan penetapan langsung dari Allah SWT untuk memikul kedudukan tersebut. Ketika Nabi Ibrahim a.s,. diuji dan berhasil menunaikan tugasnya, Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 124, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.”

Disini, Imamah tidak lahir dari pilihan manusia semata. Imamah berkaitan dengan penjagaan arah hidayah di dalam sejarah manusia. Karena itu, setelah Rasulullah SAW, Imam dengan ke-Imamahannya tidak membawa wahyu baru. Tugasnya menjaga manusia tetap terhubung dengan kebenaran wahyu yang telah diturunkan.

Wilayah bukan loyalitas politik kepada individu tertentu. Wilayah merupakan keterhubungan manusia dengan garis hidayah Ilahi yang menjaga agama tetap hidup dalam sejarah.

Di situlah agama tetap hidup di tengah manusia.

Imam Ali a.s,. bukan figur politik dalam pengertian biasa. Beliau hadir sebagai kelanjutan otoritas spiritual Islam. Sosok yang menjaga agama tetap berada di orbit tauhid dan keadilan.