Ketika Agama Kehilangan Arah Moral
Tanpa Imamah, agama berisiko kehilangan pusat orientasi ruhaniahnya. Ritual tetap berjalan. Hukum tetap diperdebatkan. Simbol-simbol keagamaan tetap dipertahankan. Namun arah batin agama perlahan memudar. Agama terus dibicarakan, tetapi tidak lagi melahirkan manusia yang berani berdiri tegak di hadapan kebatilan.
Karena alasan itulah sejarah Islam terus kembali kepada Ghadir. Ghadir berbicara tentang kebutuhan manusia terhadap otoritas moral yang menjaga agama dari reduksi kepentingan duniawi.
Di banyak zaman, agama tetap hadir sebagai identitas sosial. Rumah ibadah penuh. Ayat-ayat suci terus dibaca. Ceramah tersebar di mana-mana. Namun sejarah juga memperlihatkan sesuatu yang lain. Bahwa agama dapat kehilangan daya pembebasnya ketika dipisahkan dari keberanian moral dan orientasi keadilan.
Agama berubah menjadi simbol kesalehan, sementara kezaliman tetap berjalan di bawah bayang-bayangnya. Krisis semacam itu membuat Ghadir terus hidup melampaui zamannya.