Istiqamah dalam Menjaga Keimanan dan Identitas Keagamaan
Al-Maksumah adalah gelar termasyhur beliau yang artinya ‘suci’. Artinya Sayidah Fatimah Maksumah senantiasa menjaga dirinya dari dosa, istiqamah dalam menjaga keimanan dan identitas keagamaan. Padahal kehidupan beliau berlangsung dalam situasi politik dan sosial yang tidak mudah. Melakukan perjalanan beliau menuju Khurasan untuk menyusul berkaitan Imam Ali al-Rida as, yang berpindah dari Madinah menuju Khurasan. Selama perjalanan menghadapi beragam kesulitan, mulai dari penyerangan terhadap rombongan beliau, sakit dan akhirnya wafat di Qom.
Kisah tersebut dapat menjadi inspirasi mengenai pentingnya mempertahankan prinsip keimanan sekalipun berada dalam keadaan sulit. Allah Swt. berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, akan turun kepada mereka para malaikat (seraya berkata), ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Fussilat: 30)
Dalam kehidupan masa kini, istiqamah berarti tetap menjaga nilai agama meskipun lingkungan sosial berubah. Seorang Muslim dapat menghadapi tekanan untuk mengikuti gaya hidup, tren, atau perilaku yang bertentangan dengan keyakinannya. Keteladanan Sayidah Fatimah Maksumah as mengajarkan bahwa identitas keagamaan tidak seharusnya hilang hanya karena perubahan zaman, baik di media sosial maupun dalam kehidupan nyata.