Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

“Money Parenting: Cerdas Finansial Sejak Dini, Upaya Merencanakan Masa Depan Anak dengan Baik.” 1

0 Pendapat 00.0 / 5

"Kemampuan mengelola uang harus diajarkan sejak anak-anak agar mereka memiliki bekal menghadapi tantangan keuangan di masa depan,"

Berapa banyak dari kita yang baru sadar pentingnya mengelola uang setelah dewasa bahkan setelah terjerat masalah keuangan? Pertanyaan itulah yang menjadi titik tolak pemaparan Sulistiyo Ridho, Master Trainer Aflatoun International, dalam Webinar Hari Anak Nasional 2026 bertema “Money Parenting: Cerdas Finansial Sejak Dini” yang digelar Departemen Keluarga, Perempuan dan Anak IKMAL pada Ahad, 26 Juli 2026.

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun melatih ratusan ribu guru, siswa, dan orang tua di seluruh Indonesia, Sulistiyo mengajak peserta menyelami bagaimana kebiasaan mengelola uang semestinya ditanamkan sejak anak masih kecil bukan ditunda hingga mereka dewasa.

Sulistiyo mengawali pemaparannya dengan menyoroti kondisi darurat pinjaman online di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna pinjaman online pada 2025 mencapai sekitar 146,5 juta orang, dengan kelompok usia 19–34 tahun menjadi peminjam terbesar. Banyak di antaranya mengalami gagal bayar yang berdampak pada kesehatan mental.

“Kemampuan mengelola uang harus diajarkan sejak anak-anak agar mereka memiliki bekal menghadapi tantangan keuangan di masa depan,” ujarnya.

Menurut Sulistiyo, tujuan utama literasi keuangan bukan sekadar membuat anak memahami uang, melainkan membentuk kebiasaan yang baik. Anak perlu dibiasakan mencatat pengeluaran, menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belajar menunda kesenangan sesaat (delay gratification) demi tujuan yang lebih besar.