Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Artikel

Imam Husein as
ASYURA SEBAGAI HUKUM SEJARAH: Merumuskan Benang Merah

ASYURA SEBAGAI HUKUM SEJARAH: Merumuskan Benang Merah

‘Asyura adalah hukum sejarah. Ia menggambarkan satu pola yang berulang: ketika elite kebenaran tunduk pada dunia dan massa kehilangan basirah, masyarakat runtuh dari dalam, dan darah orang seperti al-Husain tertumpah. Penjaganya juga satu: basirah dan keberanian bertindak pada waktu yang tepat. Karena polanya tetap, maka berlaku aksioma bahwa setiap hari adalah ‘Asyura dan setiap tanah adalah Karbala.  

Imam Husein as
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Wilayah sebagai Pemerintahan Cinta

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Wilayah sebagai Pemerintahan Cinta

“Kekhalifahan dan wilayah berarti pemerintahan yang disertai cinta dan keterhubungan dengan rakyat; tujuannya bukan mendominasi. Adapun seorang raja adalah penguasa yang menindas dan berbuat sekehendaknya.”⁶⁴  

Imam Husein as
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Massa (Awamm), Tipologi yang Melampaui Kelas, dan Basirah

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Massa (Awamm), Tipologi yang Melampaui Kelas, dan Basirah

“Massa selalu mengikuti dan meniru elite. Karena itu, kesalahan terburuk seorang tokoh terkenal adalah menyimpang, sebab penyimpangannya mengakibatkan penyimpangan banyak orang.”⁵⁵  

Imam Husein as
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Elite (Khawass) dan Tergelincirnya Mereka oleh Dunia

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Elite (Khawass) dan Tergelincirnya Mereka oleh Dunia

“Ada perbedaan antara elite dan massa. Jika elite menyimpang, mereka termasuk golongan yang dimurkai Allah; sedangkan jika massa menyimpang, mereka termasuk golongan yang tersesat.”⁴⁹  

Imam Husein as
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Dua Sebab Penyimpangan dan Terbaliknya Standar

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Dua Sebab Penyimpangan dan Terbaliknya Standar

“Moral pertama Asyura adalah bahwa Imam al-Husain mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan masyarakat Islam lima puluh tahun setelah Nabi wafat. Keadaan apa yang membuatnya yakin Islam tidak dapat diselamatkan kecuali melalui pengorbanan?”⁴⁶  

Imam Husein as
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Empat Pilar dan Pengosongan dari Dalam

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Empat Pilar dan Pengosongan dari Dalam

“Nabi mendirikan tatanan politik di atas berbagai pilar. Empat yang terpenting adalah: penguasaan ilmu agama yang jelas; keadilan mutlak yang bebas dari pilih kasih; ibadah murni kepada Allah yang bebas dari syirik; dan cinta yang melimpah serta emosi yang hangat.⁴¹”⁴²  

Imam Husein as
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? BAGAIMANA MASYARAKAT RUNTUH: DIAGNOSIS MORAL

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? BAGAIMANA MASYARAKAT RUNTUH: DIAGNOSIS MORAL

“Sebagian orang masih hidup pada masa Nabi, tetapi mereka bersekongkol membunuh cucu Nabi dengan kematian yang paling mengerikan. Adakah contoh kemurtadan dan penyimpangan yang lebih buruk dari ini?”³⁹  

Imam Husein as
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT?Menolak Dalih yang Tampak Sah

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT?Menolak Dalih yang Tampak Sah

“Istiqamah tidak selalu berarti menanggung kesulitan, sebab menanggung kesulitan jauh lebih mudah dibanding menanggung (secara pasif atau mendiamkan, (tambahan penulis artikel)) perkara yang tampak berlawanan dengan syariat, kebiasaan umum, dan akal sehat.”³⁷  

Imam Husein as
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Membedakan Kewajiban Utama dan Menentukan Musuh

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Membedakan Kewajiban Utama dan Menentukan Musuh

“Imam al-Husain, pada titik genting sejarah Islam, memisahkan kewajiban utamanya dari kewajiban-kewajiban lainnya, lalu menunaikan kewajiban utama itu. Inilah kelemahan yang selalu diderita kaum Muslim.”³³  

Imam Husein as
Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Syarat Keadaan yang Tepat dan Premis Teologisnya

Rahbar: MENGAPA AL-HUSAIN BANGKIT? Syarat Keadaan yang Tepat dan Premis Teologisnya

Kewajiban besar ini tidak berlaku setiap saat. Ia menuntut dua hal: penyimpangan yang ekstrem dan keadaan yang memungkinkan seruan terdengar. Di sinilah Khamenei meletakkan premis teologis yang menopang seluruh argumennya.