Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Rasulullah saw

Inilah Alasan Mengapa Kita Bershalawat Pada Baginda Nabi Muhammad Saw

Inilah Alasan Mengapa Kita Bershalawat Pada Baginda Nabi Muhammad Saw

Shalawat merupakan sebuah amalan sederhana namun jika diamalkan dengan ikhlas dan konsisten akan memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan kita. Maka dari itu, jika kita ingin mendapatkan kebahagian di dunia dan akhirat maka seyogianya kita harus menjadikan shalawat sebagai life style dan gaya hidup kita sehari-hari.

Baca Yang lain

Pesan dari Pengutusan Muhammad sebagai Nabi

Pesan dari Pengutusan Muhammad sebagai Nabi Poin penting dari risalah Rasulullah (Saw) adalah sifatnya yang selalu segar dan menyegarkan, dan menurut salah satu ulama Muslim: “ Seperti tentang pohon, pertama-tama seseorang menanam biji dan kemudian berubah menjadi bunga, dan tumbuh cabang dan daun. Kemudian muncul bunga dan kemudian mekar, selanjutnya akan berubah menjadi buah, yang juga mengandung benih dan biji. Dalam bentuk seperti ini, pesan Rasulullah terus berlanjut, dan senantiasa semakin mekar dan berbuah."

Baca Yang lain

Cara Membahagiakan Nabi Muhammad Saw Padahal Tak Hidup di Zaman Beliau

Cara Membahagiakan Nabi Muhammad Saw Padahal Tak Hidup di Zaman Beliau Selain itu ketika kita telah membahagiakan Rasulullah saw maka sebenarnya kita telah membuat Allah swt bahagia. Bagiamana tidak bahwa Rasulullah saw adalah sesosok makhluk yang sangat Allah cintai bahkan ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa Allah swt menciptakan alam semesta dikarenakan dari dzuriat manusia akan terlahir Baginda Nabi Muhammad saw. Allahumma shali ala Muhammad wa ala ali Muhammad.

Baca Yang lain

Manusia Sempurna Sebagai Manifestasi KesempurnaanNya

Manusia Sempurna Sebagai Manifestasi KesempurnaanNya Manusia memiliki tiga kekuatan tersebut dengan potensi keseimbangan yang serasi. Spiritualitasnya menjadikannya selalu merasa ada bersama Tuhan, akalnya menjadi bekal untuk membangun kreatifitas di alam, dan hasratnya menjadi gerak bagi tindakan-tindakan praktis. Namun kesemua kekuatan tersebut tak berdiri sendiri secara terpisah melainkan terikat menjadi satu kesatuan. Hasrat yang terpisah dari akal dan spiritualitas akan menjadi banal, sementara akal tanpa hasrat hanya akan menjadi abstraksi mental, dan keduanya tanpa spiritualitas akan bekerja tanpa tujuan yang hakiki. Begitu pula spiritualitas tanpa hasrat dan akal tak akan mampu melahirkan perubahan dan peradaban di alam.

Baca Yang lain

Pribadi Nabi Muhammad Saw Menurut Lisan Suci Amirul Mukminin a.s.

Pribadi Nabi Muhammad Saw Menurut Lisan Suci Amirul Mukminin a.s. “Sungguh, di saat kami dan musuh di medan perang saling berhadapan dan peperangan berkecamuk dengan sengit, maka kami berlindung dengan Rasulullah Saw, maka tidak ada seorang pun yang lebih dekat kepada musuh melebihi beliau.” (Makarim al-Akhlaq, juz 1, hal. 55, hadis ke-34)

Baca Yang lain

Hadis-hadis Perihal Penghormatan untuk Rasulullah Saw

Hadis-hadis Perihal Penghormatan untuk Rasulullah Saw Jadi, sangatlah pantas ketika nama Muhammad terdengar di telinga Imam Jafar Shadiq a.s, wajah beliau langsung pucat pasi. Seorang periwayat melaporkan bahwa sepanjang hidupnya Imam Jafar Shadiq a.s. tidak pernah meriwayatkan hadis dari Rasulullah Saw tanpa wudu. (Bihar al-Anwar, juz 17, hal. 32)

Baca Yang lain

Mengapa dan Bagaimana Bersalawat

Mengapa dan Bagaimana Bersalawat Bersalawat secara spiritual berdiri di atas keyakinan akan kesucian Nabi SAW dan jejiwa suci yang terjuntai abadi sebagai tali Allah yang ditetapkan sebagai syarat keutuhan umat dan jaminan dari keterpecahan. Karena itu shalawat harus diikrarkan sepaket utuh, yaitu Nabi SAW dan keluarganya yang suci. Allah berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali-Imran : 103).

Baca Yang lain

Milad Nabi Mulia dan Pekan Persatuan Islam (3)

Milad Nabi Mulia dan Pekan Persatuan Islam (3) Allah Swt berfirman dalam ayat 170 surat al-Anbiya, “Dan tidaklah Aku mengutusmu kecuali sebagai rahmat/kasih sayang bagi semesta alam.” Dari ayat ini dapat dipahami bahwa baginda adalah manifestasi dari semua rahmat Ilahi. Ia tidak hanya rahmat bagi manusia, tetapi juga rahmat bagi jin dan bahkan makhluk lainnya.

Baca Yang lain

Milad Nabi Mulia dan Pekan Persatuan Islam (2)

Milad Nabi Mulia dan Pekan Persatuan Islam (2) Nabi Islam, yang merupakan contoh dari kepribadian transenden, menyelaraskan dirinya dengan asal mula kesempurnaan dan melangkah lebih jauh, bahkan memimpin para malaikat yang paling dekat dengan Tuhan. Rasulullah SAW dengan mukjizat besar Al-Qur'an, membawa ritual hidup dan menarik yang selaras dengan sifat manusia dan memenuhi kebutuhannya di setiap zaman dan waktu.

Baca Yang lain

Tahapan-tahapan Risalah Rasulullah Saw

Tahapan-tahapan Risalah Rasulullah Saw Jika kita mentadaburi Alquran dengan hati yang terbuka lebar maka kita akan mendapatkan ilmu   pengetahuan yang lebih dalam lagi, “Dia-lah Yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka.” Dengan mentadaburi ayat ini secara lebih mendalam, maka kita dapat memahami bahwa Rasul itu diutus kepada semua kaum buta huruf yang ada di semua alam. Rasul adalah manusia terpilih untuk seluruh semesta. Ayat yang mengatakan, “Aku menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi,” dan bumi di dalam ayat ini adalah zaraf maj’ul (wadah, tempat yang  diciptakan) dan bukan membatasi cakupan risalah. Khalifah Tuhan memang bermarkas di bumi tetapi untuk seluruh semesta, bukan untuk penduduk bumi semata-mata.

Baca Yang lain

Manusia Biasa atau Luar Biasa?

Manusia Biasa atau Luar Biasa? Kedudukan Jesus yang begitu tinggi dalam teologi Kristiani mengungkap makna antropotesitas ini dalam pandangan sebagian umat Islam. Karena itu, ada harmoni lintas agama dalam pemaknaan tentang hakikat Tuhan dalam emanasi, iluminasi dan gradasi. Singkatnya, Kelompok kelima ini memandang ajarannya sempurna, karena itu meyakini kesempurnaan pembawanya. Ajarannya luar biasa dan pembawanya luar biasa.

Baca Yang lain

Milad Nabi Mulia dan Pekan Persatuan Islam (1)

Milad Nabi Mulia dan Pekan Persatuan Islam (1) Akan tetapi kita juga harus memperhatikan kenyataan bahwa Rasulullah Saw adalah Akal Pertama sehingga tidak memerlukan musyawarah dengan orang lain untuk menyelesaikan masalah, tapi musyawarah yang dilakukan beliau memilliki dua motif, pertama, penghormatan terhadap sahabat, dan kedua, Nabi Muhammad Saw ingin mengajarkan kepada semua manusia, bahkan pemilik pemikiran terbaik sekali pun melakukan musyawarah, jika manusia menganggap tidak butuh bermusyawarah dengan orang lain, maka hal itu menunjukkan karakter diskriminatif dan arogan.

Baca Yang lain

Untuk Apa Nabi Muhammad Saw Diutus?

Untuk Apa Nabi Muhammad Saw Diutus? Islam sangat memperhatikan penjagaan keamanan dan perlindungan harta dan darah serta kehormatan. Islam menetapkan hukuman yang berat bagi siapa pun yang mencoba mengganggu keamanan. Tentu yang demikian ini setelah ia mempersiapkan fasilitas yang sesuai untuk menciptakan stabilitas dan keadilan; di mana ia menjadikan hukuman sebagai solusi terakhir untuk mengatasi penyakit sosial ini dengan suatu cara yang sesuai dengan kebebasan yang dicanangkan oleh Islam pada manusia. Maka itu, penghakiman dalam syariat Islam selalu bertumpu pada penegakan keadilan dan keamanan serta pemberian hak yang sah dengan memberi pelbagai jaminan yang lazim untuk mendukung hal tersebut.

Baca Yang lain

Kedudukan Anshor, Muhajirin, dan Bani Hasyim bagi Nabi Muhammad saw.

Kedudukan Anshor, Muhajirin, dan Bani Hasyim bagi Nabi Muhammad saw. Sejumlah kaum Muhajirin dan kaum Anshar berkumpul bersama beberapa orang dari Bani Hasyim. Setiap kelompok itu menyebutkan keutamaan mereka seraya merasa paling dekat di hati Rasulullah Saw dari selain mereka. Seorang dari kaum Anshar berkata, “Bagaimana mungkin kami bukan yang paling dekat dengan Nabi Saw? Kami telah beriman kepadanya di saat beliau dimusuhi manusia. Kami mempercayainya di saat orang-orang mendustainya. Kami menolong dan menjaganya di saat kaumnya justru mengusirnya.”

Baca Yang lain

Kisah-kisah Nabi Muhammad saw.: Akhlak Nabi Di Masa Kecil (Bag. 1)

Kisah-kisah Nabi Muhammad saw.: Akhlak Nabi Di Masa Kecil (Bag. 1) Abdul Muthalib berkata, “Aku ingin engkau pergi dan menanyakan apa alasan Hafs ini? Bila ia tidak ingin memberikan donasinya, suruh mengatakannya saja sehingga kita coret namanya dari list ini! Dan bila ia masih ingat terhadap kesediaannya dahulu, kenapa belum juga melaksanakannya?”

Baca Yang lain

Benarkah Peringatan Maulid Nabi saw itu Bid’ah dan Tidak ada Dalilnya?

Benarkah Peringatan Maulid Nabi saw itu Bid’ah dan Tidak ada Dalilnya? Setelah kita usai memaparkan betapa kuatnya dalil-dalil tentang perayaan kisah  hamba-hamba Allah yang suci,  kami yakinkan bahwa tujuan merayakan kisah-kisah  mereka adalah—misalnya—membaca atau mempelajari kisah hidup Rasulullah saw yang benar dan tidak mengalami distorsi pada malam kelahirannya, memberi makanan di jalan Allah dan menghadiahkan pahalanya untuk Rasulullah saw.

Baca Yang lain

Cahaya yang Tak Pernah Padam

Cahaya yang Tak Pernah Padam Ajaran-ajaran mencerahkan dan kokoh yang dibawa Nabi Muhammad Saw meski beliau wafat, bukan saja tidak padam, bahkan semakin menerangi mereka yang haus akan wujud penuh berkah beliau. Terutama sekarang ketika penduduk dunia seolah menjadi bahan olok-olok dengan kata-kata menipu semacam kebebasan, hak asasi manusia, dan kemanusiaan, membutuhkan tokoh seperti Nabi Muhammad Saw, dan ajaran luhur beliau, lebih dari sebelumnya.

Baca Yang lain

Dialog Rasulullah Saw dengan Malaikat Jibril pada Perang Uhud

Dialog Rasulullah Saw dengan Malaikat Jibril pada Perang Uhud Maghazi Muhammad bin lshaq mengatakan: “Hadis ini sahih.” Ketika ada yang bertanya kepadanya mengapa kitab-kitab sahih tidak mencantumkannya, ia menjawab: “Tidak setiap hadis sahih dimuat  oleh kitab-kitab sahih. Betapa banyak hadis-hadis sahih yang diabaikan para penyusun kitab-kitab sahih.”

Baca Yang lain

Ini Yang Diamalkan Baginda Nabi Muhammad Saw Ketika dalam Kondisi Faqir

Ini Yang Diamalkan Baginda Nabi Muhammad Saw Ketika dalam Kondisi Faqir Ketika Allah swt dalam kitab suci Al-Quran berjanji bahwa Dia yang akan menjamin rezeki kita, maka seyogianya kita tak perlu khawatir sehingga kita harus menimbun lebih banyak makanan cadangan yang mana bisa menyulitkan orang lain. Yang harus kita lakukan adalah bertaqwa dan berusaha juga berikhtiar setelah itu menyerahkan semuanya pada Allah swt dengan bertawakal.

Baca Yang lain

Rosululah Saw Melaknat “Sahabat ini” beserta Keturunannya

Rosululah Saw Melaknat “Sahabat ini” beserta Keturunannya Tatkala Muawiyah mengambil baiat dari masyarakat untuk anaknya Yazid, Marwan berkata; Ini adalah sunahnya Abu Bakar dan Umar, Abdurahman bin Abu Bakar dalam jawabnya berkata; Sunnah Kaisar dan Herqal (Herkules), Marwan menjawab kembali, “Allah menurunkan ayat ini bagimu ( وَالَّذِى قَالَ لِوَلِدَيْهِ أُفٍّ لَّكُمَآ )  Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, “Ah.” أحقاف / 17 . Perkataan 2 orang ini sampai ke telinga Aisyah dan berkata, Marwan telah berbohong, Rosulullah melaknat ayahnya dalam keadaan (bahkan di saat) ia ada di sulbi orangtuanya.”

Baca Yang lain