Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Artikel

Rasulullah saw
Titik Balik Kehidupan Manusia dalam Pengutusan Nabi Muhammad Saw (2)

Titik Balik Kehidupan Manusia dalam Pengutusan Nabi Muhammad Saw (2)

Dalam Khutbah 89 Nahj al-Balagha, Imam Ali as, penerus Nabi Muhammad Saw, menyajikan gambaran akurat tentang kondisi sosial dan intelektual sebelum misi Nabi, “Allah mengutus Muhammad pada saat tidak ada nabi yang diutus, manusia tertidur lelap, fitnah semakin meningkat, keadaan kacau, api peperangan berkobar, dunia menjadi gelap dan penuh tipu daya, daun pohon kehidupan telah menguning, dan tidak ada harapan akan berbuah.”  

Rasulullah saw
Titik Balik Kehidupan Manusia dalam Pengutusan Nabi Muhammad Saw (1)

Titik Balik Kehidupan Manusia dalam Pengutusan Nabi Muhammad Saw (1)

Misi Nabi Muhammad Saw dapat dianggap sebagai titik balik dalam sejarah. Sebuah peristiwa yang, dengan mengandalkan pembacaan Al-Qur'an, penyucian, pengajaran, dan kebijaksanaan, telah mengubah struktur intelektual dan sosial manusia.  

Keluarga & Masyarakat
Pendidikan Sebelum Penyelewengan

Pendidikan Sebelum Penyelewengan

Pesan tidak langsung yang sangat kuat dalam wasiat ini adalah pentingnya islah (pembenahan) sebelum inhiraf (penyimpangan). Imam Ali as seakan berkata: jangan menunggu hati ternoda baru membersihkannya. Karena dosa yang menumpuk akan mematikan sensitivitas moral.  

Al Qur'an Al Karim
28 Rajab: Hari Ketika Imam Husain Meninggalkan Madinah (3)

28 Rajab: Hari Ketika Imam Husain Meninggalkan Madinah (3)

Para sejarawan mencatat bahwa Imam Husain berulang kali menegaskan alasan perjalanannya. Ia tidak keluar untuk ambisi pribadi, tidak pula untuk mencari kerusakan. Ia keluar karena merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki umat kakeknya. Pernyataan ini diriwayatkan dalam berbagai redaksi, namun maknanya sama: keheningan di hadapan penyimpangan adalah bentuk keterlibatan. (Maqtal al-Husain, Abu Mikhnaf; Tarikh al-Tabari, jil. 4)  

Keluarga & Masyarakat
Menghargai Kesempatan Sebelum Hilang

Menghargai Kesempatan Sebelum Hilang

“Kesempatan berlalu seperti awan; maka tangkaplah kebaikan ketika ia datang.” (Ghurar al-Hikam, no. 2904)  

Imam Husein as
Islam yang Diselamatkan oleh Al-Husain

Islam yang Diselamatkan oleh Al-Husain

Dari seluruh rangkaian nash ini, satu kesimpulan menjadi tak terelakkan: Imam Al-Husain a.s. bukan hanya produk Islam, tetapi penjaga Islam. Syahadahnya di Karbala adalah kelanjutan logis dari kedudukan yang telah ditegaskan sejak kelahirannya.  

Rasulullah & Ahlulbait
Wasiat Maksum untuk Semua Manusia

Wasiat Maksum untuk Semua Manusia

Sebagian orang mungkin bertanya: apakah seorang maksum memerlukan wasiat seperti ini? Jawabannya terletak pada tujuan wasiat itu sendiri. Imam Ali as tidak menyampaikan wasiat ini dalam kapasitas kemaksuman, tetapi sebagai ayah. Dengan demikian, beliau menjadikan dirinya dan putranya sebagai “peraga” agar setiap ayah dan anak dapat bercermin.  

Imam Husein as
Sunnah Nabi: Al-Husain sebagai Ukuran Iman

Sunnah Nabi: Al-Husain sebagai Ukuran Iman

Hadis-hadis Nabi Saw semakin menegaskan posisi ini. Dalam Shahih al-Tirmidzi, diriwayatkan dari Ya‘la bin Murrah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Husain adalah bagian dariku, dan aku adalah bagian darinya. Allah mencintai orang yang mencintai Husain.”

Rasulullah & Ahlulbait
Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (2)

Bulan Sya‘ban: Bulan Kelahiran Para Manusia Agung dan Malam Harapan (2)

“Saya mengucapkan selamat kepada semua kaum Mukminin atas datangnya bulan Syakban yang penuh berkah. Bulan ini adalah bulan di mana Imam Husain ibn Ali (as), Imam Ali ibn al-Husayn (as), dan Abal Fazl al-Abbas dilahirkan. Bulan ini merupakan kesempatan yang besar untuk kembali kepada Allah dan memohon ampunan.”    

Keluarga & Masyarakat
Merajut Syukur dalam Keseharian

Merajut Syukur dalam Keseharian

Dalam kehidupan praktis, bagaimana kita menghidupi ajaran ini? Mulailah dari hal sederhana. Di pagi hari, sebelum menyentuh gawai, ucapkan Hamdalah (Alhamdulillahi robbil ‘alamin) dilanjutkan dengan Shalawat Nabi Saw terima kasih untuk napas pertama yang masuk ke paru-paru. Saat minum air, jangan lupa Basmalah, rasakan kesegaran yang mengalir, dan ucapkan syukur dengan mengingat Kekasih Allah yang kehausan saat Syahidnya (Cucu Nabi Saw, Imam Husain as), dilanjutkan dengan Hamdalah.