Imam Hasan as
Prilaku Buruk Seorang Kakek dari Syam 3
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Imam Hasan as lahir pada tanggal 15 Ramadhan. Secara fisik beliau orang yang sangat mirip dengan Rasulullah Saw. Kita tidak meragukan keagungan akhlak beliau yang diwariskan dari Kakeknya, Rasulullah Saw dan kedua orangtuanya, Imam Hasan as dan Sayidah Fathimah as. Berikut ini di antara contoh keagungan akhlak beliau;
Prilaku Buruk Seorang Kakek dari Syam 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Imam Hasan as lahir pada tanggal 15 Ramadhan. Secara fisik beliau orang yang sangat mirip dengan Rasulullah Saw. Kita tidak meragukan keagungan akhlak beliau yang diwariskan dari Kakeknya, Rasulullah Saw dan kedua orangtuanya, Imam Hasan as dan Sayidah Fathimah as. Berikut ini di antara contoh keagungan akhlak beliau;
Prilaku Buruk Seorang Kakek dari Syam
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Imam Hasan as lahir pada tanggal 15 Ramadhan. Secara fisik beliau orang yang sangat mirip dengan Rasulullah Saw. Kita tidak meragukan keagungan akhlak beliau yang diwariskan dari Kakeknya, Rasulullah Saw dan kedua orangtuanya, Imam Hasan as dan Sayidah Fathimah as. Berikut ini di antara contoh keagungan akhlak beliau;
Imam Hasan as dan Pria Arab Baduy 3
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
“Islam itu artinya mengakui bahwa Tuhan itu Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah utusan Allah,” jelas Imam Hasan as.
Setelah itu, pria Arab Baduy itu langsung mengucapkan kedua kalimah Syahadat, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan, aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah.”
Imam Hasan as dan Pria Arab Baduy 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
“Apakah ingin kuberitahukan kepadamu, bagaimana keluar dari rumahmu? Apa yang telah kamu lakukan kepada kabilahmu? Atau, kamu ingin anggota keluargaku yang mengatakannya?” lanjutnya Nabi Muhammad Saw pula.
“Lebih baik dari anggota keluargamu saja yang mengatakannya,” jawab pria Arab Baduy menghina.
Imam Hasan as dan Pria Arab Baduy1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Euis Daryati,MA
Suatu hari Imam Hasan as yang masih kecil bersama kakeknya di sebuah bukit di gurun pasir. Nabi Muhammad Saw tak henti-hentinya menatap wajah cucunya, mengajaknya bermain dan bercanda dengannya. Sementara itu, para sahabat hanya tersenyum menyaksikan keakraban beliau berdua.
Telaah Filosofis Lintas Tradisi atas Kebangkitan Imam Husain di Karbala 4
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Dr. Ir. Dimitri Mahayana, M.Eng.
Kutipan (Khamenei):
“Mereka yang mengatakan tujuannya adalah kekuasaan, atau tujuannya adalah syahid, telah mencampuradukkan sebab dengan akibat. Keduanya adalah akibat, bukan tujuan itu sendiri.”
— Khamenei, ‘Ashura’ in the Thought of Imam Khamenei, hlm. 37.
Kesyahidan Imam Hasan
- Dipublikasi pada
Muawiyah sangat menyadari bahwa keberadaan Imam Hasan tetap menjadi ancaman bagi kekuasaannya. Meski telah menyingkir dari panggung politik, Imam Hasan tetap menjadi simbol kesadaran umat.
Konspirasi Muawiyah
- Dipublikasi pada
Muawiyah bin Abu Sufyan, yang telah lama menentang kepemimpinan Imam Ali, segera melancarkan berbagai upaya untuk menggagalkan pemerintahan Imam Hasan. Ia menyebarkan propaganda, menyuap para komandan tentara, dan memecah belah barisan umat.
Naiknya Imam Hasan sebagai Khalifah
- Dipublikasi pada
Setelah kesyahidan Imam Ali as, kaum Muslim di Kufah, bersama sejumlah Muhajirin dan Anshar, membaiat Imam Hasan sebagai khalifah. Baiat tersebut kemudian diikuti oleh wilayah-wilayah lain seperti Bashrah, Hijaz, Yaman, dan Persia.
Peran Imam Hasan Al-Mujtaba dalam Masa Khulafa
- Dipublikasi pada
Pada masa pemerintahan khalifah kedua, Imam Hasan memiliki hubungan yang cukup dekat dengan kalangan pemuda Muslim. Ia aktif memberikan pengajaran dan membantu ayahnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Imam Hasan Al-Mujtaba Masa Kecil yang Dihantam Ujian
- Dipublikasi pada
Setelah wafatnya Rasulullah (saw), kehidupan keluarga Ahlulbait memasuki masa penuh ujian. Imam Hasan yang masih kanak-kanak menyaksikan bagaimana ibunya, Sayyidah Fatimah az-Zahra (sa), harus menghadapi berbagai tekanan politik.
Imam Hasan Al-Mujtaba Warisan Kemuliaan Kenabian
- Dipublikasi pada
Pada diri Imam Hasan berkumpul kemuliaan nasab, kenabian, dan imamah. Kaum Muslim melihat pada dirinya pantulan keagungan Rasulullah (saw) dan kebijaksanaan Imam Ali (as). Karena itu, setelah wafatnya Amirul Mukminin, banyak umat menjadikan Imam Hasan sebagai rujukan dalam persoalan agama dan kehidupan.
Imam Hasan Al-Mujtaba Tumbuh dalam Asuhan Kenabian
- Dipublikasi pada
Imam Hasan tumbuh besar di bawah asuhan langsung Rasulullah (saw). Ia menghirup sumber mata air risalah, menyerap akhlak kenabian, dan menyaksikan dari dekat teladan moral kakeknya. Masa kecilnya dipenuhi dengan kasih sayang Nabi, yang sering memeluk dan mendoakannya di hadapan para sahabat.
Imam Hasan Al-Mujtaba dalam Dokumen Sejarah
- Dipublikasi pada
Di antara tokoh agung Ahlulbait yang menorehkan jejak mendalam dalam sejarah Islam adalah Imam Hasan al-Mujtaba as, cucu pertama Rasulullah Muhammad saw. Beliau adalah Hasan bin Ali bin Abi Thalib, putra dari Amirul Mukminin Imam Ali dan Sayyidah Fatimah az-Zahra, putri Rasulullah. Dalam berbagai riwayat yang disepakati para perawi hadis, Rasulullah saw menyebut Hasan dan Husain sebagai penghulu para pemuda surga.
Pendidikan Jiwa dalam Nahjul Balaghah: Telaah Wasiat Imam Ali kepada Putranya Al-Hasan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ayatullah Taqi Misbah Yazdi
Dalam khazanah Islam Ahlulbait, wasiat Imam Ali as kepada putranya merupakan salah satu teks pendidikan paling mendalam dan visioner. Wasiat ini tidak hanya memuat nasihat etis, tetapi juga menggambarkan metodologi tarbiyah yang berangkat dari pemahaman realistis tentang manusia, waktu, dan potensi penyimpangan jiwa. Imam Ali as membuka wasiatnya dengan ungkapan yang sangat personal:
Mengenang Keindahan Akhlak dan Kemuliaan Kedudukan Imam Al Hasan Al Mujtaba; Cucu Tercinta Nabi Muhammad Saw (2)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
وَلَقَدْ قِيلَ لِمُعَاوِيَةَ ذَاتَ يَوْمٍ: لَوْ أَمَرْتَ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فَصَعِدَ الْمِنْبَرَ، فَخَطَبَ، لِيَتَبَيَّنَ لِلنَّاسِ نَقْصُهُ. فَدَعَاهُ، فَقَالَ لَهُ: اصْعَدِ الْمِنْبَرَ وَتَكَلَّمْ بِكَلِمَاتٍ تَعِظُنَا بِهَا.
Suatu hari ada yang berkata kepada Mu‘awiyah: “Suruhlah al Ḥasan bin Ali naik mimbar dan berkhutbah, agar orang-orang tahu kekurangannya.” Maka Mu‘awiyah memanggilnya dan berkata: “Wahai Abu Muḥammad, naiklah mimbar, dan sampaikanlah kata-kata yang bisa menasihati kami.”
Mengenang Keindahan Akhlak dan Kemuliaan Kedudukan Imam Al Hasan Al Mujtaba; Cucu Tercinta Nabi Muhammad Saw (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Maka Imam al Ḥasan as. pun naik mimbar, memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu berkata: “Wahai manusia, barangsiapa mengenalku maka ia telah mengenalku. Barangsiapa belum mengenalku, maka ketahuilah:
Tauhid dan Kesetiaan kepada Allah: Pelajaran Abadi dari Karbala
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Karbala adalah medan tempat tauhid hidup dan bernapas. Imam Husain as adalah pewaris tauhid Ibrahim dan Muhammad saw, yang mengajarkan bahwa kemuliaan manusia hanya terletak dalam kesetiaan total kepada Allah. Di dunia yang semakin kompromistis, pelajaran Karbala kembali menyeru: Jadilah manusia yang tidak menyembah apa pun kecuali Tuhan Yang Maha Esa, walau harus kehilangan segalanya.
Pengorbanan Imam Hasan untuk Tegakkan Keadilan
- Dipublikasi pada
-
- Sumber:
- parstoday
Dalam riwayat, Imam Hasan dikenal sebagai pribadi yang dermawan, penenang setiap kalbu yang didera kesusahan, dan pengayom kaum fakir-miskin. Tak ada seorang miskin pun yang datang mengadu kepadanya lantas kembali dengan tangan hampa. Terkadang, jauh sebelum si miskin mengadukan kesulitan hidupnya, Imam Hassan sudah terlebih dahulu membantu mengatasinya dan tak membiarkannya harus merasa hina lantaran meminta bantuan.
- «
- Mulai
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- Selanjutnya
- Selesai
- »

