Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Sejarah Syi'ah

Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 3

Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 3

Di bawah langit Jamkaran, takdir dan sejarah mempertemukan simbol-simbol perjuangan dalam satu rangkaian makna yang utuh. Masjid Jamkaran berdiri sebagai menara penantian dan lambang kesetiaan yang tak tergoyahkan kepada Imam Mahdi a.f.s. Di sekelilingnya, Panji Merah Karbala berkibar laksana seruan perlawanan dan penuntutan keadilan abadi yang diwariskan Imam Husain a.s,.

Baca Yang lain

Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 2

Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 2 Bagi jutaan kaum beriman, Jamkaran bukan bangunan dari batu dan semen. Masjid ini merupakan ruang kerinduan, tempat Sang Imam Zaman diyakini hadir tanpa nama di tengah manusia, menemui jiwa-jiwa pilihan yang setia menantikan kemunculannya. Dari tempat inilah doa-doa dipanjatkan, memohon agar fajar keadilan segera terbit dan mengakhiri kezaliman di muka bumi.  

Baca Yang lain

Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 1

Masjid Jamkaran: Fajar Tatanan Dunia Baru 1 Bagi para pengamat dan masyarakat dunia yang menyaksikannya, peristiwa ini bukan hanya sebuah upacara pemakaman. Momen ini menghadirkan sebuah titik balik geopolitik sekaligus spiritual yang besar, sebuah awal menuju tatanan dunia baru. Getarannya mulai terasa, sementara gaungnya diperkirakan akan terus membentuk wajah sejarah pada tahun-tahun mendatang.

Baca Yang lain

Iman yang Tidak Tercampur Kezaliman

Iman yang Tidak Tercampur Kezaliman “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman.”  

Baca Yang lain

Ancaman Perang kepada Quraisy

Ancaman Perang kepada Quraisy Pada suatu ketika, seeorang bertanya pada Imam ‘Ali as, “ Wahai Amirul Mukmini, engkau berada di tempat yang diturunkan Allah kepadamu, sementara ayahmu disiksa di dalam neraka.”  Imam Ali as menjawab, 

Baca Yang lain

Ancaman Perang kepada Quraisy 1

Ancaman Perang kepada Quraisy  1 ” Perumpamaan Abu Thalib adalah seperti perumpamaan Ashabul Kahfi, mereka menyembunyikan iman dan menampakkan kemusyrikan, maka Allah memberi mereka pahala dua kali lipat. Abu Thalib juga menyembunyikan keimanan dan menampakkan kemusyrikan, lalu Allah memberinya pahalanya, dua kali! Dia tidak keluar dari dunia sebelum Allah SWT memberinya kabar gembira tentang surga.”   

Baca Yang lain

Dari Bani Umayah ke Bani Abbasiyah: Pola Kekejaman yang Berulang

Dari Bani Umayah ke Bani Abbasiyah: Pola Kekejaman yang Berulang Runtuhnya Bani Umayah tidak serta-merta menghadirkan keadilan. Kekuasaan berpindah ke tangan Bani Abbasiyah, namun pola penindasan tetap berlanjut. Para imam Ahlulbait terus hidup dalam tekanan, pengawasan, penjara, dan racun. Imam Ja‘far ash-Shadiq as, Imam Musa al-Kazhim as, hingga Imam Ali ar-Ridha as menjadi korban kekuasaan yang takut kehilangan legitimasi.  

Baca Yang lain

Potret Arabia Sebelum dan Sesudah Diutusnya Nabi Muhammad dalam Khotbah Imam Ali (2)

Potret Arabia Sebelum dan Sesudah Diutusnya Nabi Muhammad dalam Khotbah Imam Ali (2) Dalam khotbah ini, Imam Ali as juga menegaskan perannya sendiri. Beliau bersumpah bahwa dirinya selalu berada di garis belakang menjaga barisan Islam, memastikan agar umat tidak goyah. Ia tak pernah menunjukkan kelemahan, tak pernah berkhianat, dan tak pernah lesu dalam perjuangan.

Baca Yang lain

Potret Arabia Sebelum dan Sesudah Diutusnya Nabi Muhammad dalam Khotbah Imam Ali (1)

Potret Arabia Sebelum dan Sesudah Diutusnya Nabi Muhammad dalam Khotbah Imam Ali (1) Khutbah ini memuat tiga hal besar: gambaran kegelapan Arabia sebelum Islam, pujian dan kesaksian atas peran agung Nabi Muhammad saw, serta penegasan tentang fungsi seorang Imam dalam menjaga risalah. Dari khutbah ini kita memahami bahwa Islam hadir sebagai revolusi spiritual, sosial, dan moral, yang dipimpin oleh manusia terbaik pilihan Allah.

Baca Yang lain

Masjid Jamkaran; Tempat Berdoa Menjadi Gerakan Sosial

Masjid Jamkaran; Tempat Berdoa Menjadi Gerakan Sosial Masjid Jamkaran, di pinggiran Qom dan dekat makam Sayidah Masoumah, lebih dari sekadar tempat ibadah, melainkan perwujudan cita-cita yang mengajak manusia menuju masa depan yang cerah dan agung.  

Baca Yang lain

Syiah dalam Al-Qur’an dan Sejarah Islam

Syiah dalam Al-Qur’an dan Sejarah Islam Dalam Al-Qur’an, kata “Syiah” digunakan untuk merujuk pada kelompok pengikut dalam berbagai konteks. Sebagai contoh, dalam Surah Al-Qasas, Ayat 15, kata “Syiah” merujuk kepada pengikut-pengikut Musa, yang membantu dalam perjuangan dan berjuang melawan musuh:  

Baca Yang lain

PARAMETER KOMITMEN TASYAYYU'

PARAMETER KOMITMEN TASYAYYU' Setiap muklallaf (berakal sehat dan dewasa) mestinya menetapkan sebuah tanggal dalam salah satu bulan setiap tahun (semacam tahun fuskal)  sebagai momen rutin penghitungan laba dan penghasilan dari semua perdagangan dan usaha dan menyisihkan 20 persen dari laba sebagai dana syar'i yang merupakan hak Allah.

Baca Yang lain

KHAWARIJ ADALAH PROKSI REZIM UMAYAH, BUKAN KELOMPOK KETIGA

KHAWARIJ ADALAH PROKSI REZIM UMAYAH, BUKAN KELOMPOK KETIGA Sejarah Islam awal ditulis oleh sejarawan yang hidup di bawah kekuasaan Abbasiyah, yang meskipun bermusuhan dengan Umayyah, tetap mempertahankan narasi mainstream tentang Khawarij untuk menjaga stabilitas politik. Narasi Khawarij sebagai "pemberontak independen" melindungi citra para sahabat Nabi (termasuk Muawiyah) dari tuduhan pembunuhan terhadap Ali. 

Baca Yang lain

Hudzaifah, Sahabat Nabi Saww yang Ber-taqiyyah

Hudzaifah, Sahabat Nabi Saww yang Ber-taqiyyah Sebagai catatan, meski apa yang dikatakan oleh Hudzaifah terhadap Khalifah Utsman tidak tertulis dengan jelas, namun yang mejadi sorotan utama bukan di situ. Yang menjadi titik fokus kita di sini adalah, ia rela tidak mengatakan secara terang-terangan kepada khalifah Utsman, sebab apabila ia berkata jujur, maka ada kemungkinan dirinya dan agamanya terancam. Dalam hal ini, Hudzaifah tengah melakukan taqiyah.  

Baca Yang lain

Peran Keturunan Nabi dalam Penyebaran Islam di Nusantara

Peran Keturunan Nabi dalam Penyebaran Islam di Nusantara Sayyid Ahmad bin Al-Muhajir adalah cicit Ali Al-Uraidhi, putra keempat Imam Ja’far Shadiq. Sedangkan Imam Ja’far Shadiq, yang merupakan Imam Syi’ah keenam, adalah putra Imam Muhammad Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husayn bin Ali bin Abi Thalib.

Baca Yang lain

Mu’awiyah dan Nikah Mut’ah

Mu’awiyah dan Nikah Mut’ah Akhir kata, kurang elok rasanya mencukupkan pengetahuan kita hanya dengan sekadar mendengar ‘kata’ orang yang belum jelas jejak keilmuannya. Alangkah baiknya jika kita juga mengimbanginya dengan membaca dan mengkaji sendiri atau dengan berguru pada ahlinya.  

Baca Yang lain

Ibnu Taimiyah dan Nikah Mut’ah

Ibnu Taimiyah dan Nikah Mut’ah Nikah Tahlil adalah pernikahan yang dilakukan dengan tujuan menghalalkan seorang perempuan untuk suami pertamanya yang sudah ditalak tiga kali. Sebagaimana kita ketahui bahwa istri yang sudah di talak tiga tidak bisa rujuk pada suaminya kecuali ia menikah dengan lelaki lain kemudian ia ditalak. Para ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidaknya nikah tersebut.  

Baca Yang lain

Jejak Nabi Saww Sujud di Atas Tanah Terekam di Dalam Sahih Muslim

Jejak Nabi Saww Sujud di Atas Tanah Terekam di Dalam Sahih Muslim Data yang penulis suguhkan, semoga bisa menjadi bahan komparasi dan pembelajaran bagi kita, dan yang paling penting mampu meluaskan pikiran kita, sehingga kita bisa menampung banyak ragam pendapat tanpa harus uring-uringan.

Baca Yang lain

Khaibar

Khaibar Khaibar (bahasa Arab:خیبر) adalah sebuah tempat dengan jarak kira-kira 160 km dari Madinah, Saudi Arabia, dimana ibu kotanya pada masa sekarang adalah kota al-Syuraif. Benteng Khaibar pada masa-masa permulaan Islam adalah tempat tinggal warga Yahudi.

Baca Yang lain

Masjid Kufah, Pusat yang Penting

Masjid Kufah, Pusat yang Penting Sejak awal pembangunannya, Masjid Kufah menjadi salah satu pusat penting politik dan budaya kota Kufah. Sepanjang sejarah, Masjid Kufah telah didatangi para nabi dan imam maksum, di antaranya Imam Ali as, Imam Hasan as, Imam Husain as, dan sebagian imam lainnya. Pada 36 Hijriyah, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as datang ke Masjid Kufah dan berkali-kali shalat serta menyampaikan ceramah di tempat mulia itu.

Baca Yang lain