Bagaimana “Kemampuan” Manusia Bekerja?
Imam-imam Ahlulbait menjelaskan bahwa kemampuan (istitha’ah) manusia tidak mendahului perbuatan. Kemampuan itu hadir bersamaan dengan tindakan—dan merupakan ciptaan Allah.
Imam ash-Shadiq berkata:
“Manusia tidak memiliki kemampuan sebelum berbuat, tetapi bersamaan dengan perbuatan itu mereka mampu.”
Beliau memberikan contoh sederhana:
1. Seorang pezina dapat berzina ketika ia berzina—karena Allah memberikan alat dan kemampuan.
3. Jika ia memilih meninggalkan zina, ia juga mampu meninggalkannya—karena Allah menciptakan alat untuk meninggalkannya.
Dengan demikian, kemampuan yang dimiliki manusia bukanlah kekuasaan independen, melainkan alat yang diberikan Allah agar manusia dapat memilih.

