Allah Tidak Terpisah dari Alam dan Kehidupan
Riwayat-riwayat Ahlulbait menegaskan bahwa tidak ada satu peristiwa pun—kesempitan maupun kelapangan, musibah maupun nikmat—kecuali berada di bawah hukum, kehendak, dan qadha Allah.
Imam ash-Shadiq as berkata:
“Tidak ada cengkeraman dan kelapangan kecuali atasnya Allah memiliki kehendak, qadha, dan ujian.”
Inilah makna kehadiran Allah yang terus-menerus (tadbir da’im). Dia tidak meninggalkan alam seperti insinyur yang meninggalkan pabrik. Dia hadir dalam setiap perubahan dan setiap tarikan napas makhluk.
Al-Qur’an menegaskan:
“Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Mahahidup dan Maha Pengurus; tidak mengantuk dan tidak tidur.”
(QS Al-Baqarah: 255)

