Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Kesimpulan: kapasitas mendahului konvensi

0 Pendapat 00.0 / 5

Pengalaman historis Muhammad al-Jawād—baik dalam literatur Syiah maupun Sunni—dan paralel modern dalam dunia akademik menunjukkan satu prinsip yang mendasar: kapasitas intelektual dan moral tidak terikat oleh kalender biologis.

Masyarakat memiliki hak untuk berhati-hati terhadap klaim otoritas, terutama dari individu yang tidak sesuai dengan ekspektasi konvensional. Tetapi kehati-hatian ini harus bersifat metodologis, bukan prasangka. Ia harus menguji klaim secara substantif, bukan menolaknya secara apriori berdasarkan usia.

Ketika tradisi Islam klasik dan sistem akademik modern sama-sama mampu mengakui otoritas belia, penolakan kontemporer terhadap kemungkinan ini tidak mencerminkan kearifan epistemik, melainkan kekakuan sosial yang tidak direfleksikan.

Muhammad al-Jawād mengingatkan kita—baik sebagai Muslim maupun sebagai manusia rasional—bahwa legitimasi tidak menunggu usia, tetapi mengikuti kapasitas. Dan kapasitas, ketika benar-benar hadir, menuntut pengakuan—bukan karena ia meminta, tetapi karena ia membuktikan.